3 Cara Menghadapi Firefighter Boss yang Senang Belagak Jadi Penyelamat, Jangan Ikut Panik!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Mei 2025 | 20:19 WIB
Ilustrasi: Bagaimana  cara menghadapi atasan yang menerapkan gaya kepemimpinan firefighter boss? (freepik)
Ilustrasi: Bagaimana cara menghadapi atasan yang menerapkan gaya kepemimpinan firefighter boss? (freepik)

PejuangKantoran.com - Apakah kamu punya atasan tipe firefighter boss, yaitu pemimpin yang menjadi orang yang paling sibuk saat terjadi masalah, karena suka menjadi “penyelamat” dan mendapat pengakuan atas tindakannya?

Gaya kepemimpinan ini bisa merugikan karyawan karena menimbulkan kelelahan dan membuat stres. Itu sebabnya pemimpin yang baik tidak mempraktikkannya.

Namun, apa yang harus dilakukan jika kamu punya atasan yang punya gaya kepemimpinan seperti ini? Berikut beberapa cara menghadapi firefighter boss

Baca Juga: Firefighter Boss yang Bikin Karyawan Burnout, Baru Terlihat 'Kerja' kalau Lagi Ada Krisis

1. Rayakan kemenangan yang tidak darurat

Karena pemimpin seperti ini sangat menyukai pengakuan, kuncinya adalah mengubah cara dia merayakannya. Biasakan diri untuk mendokumentasikan keadaan darurat yang berhasil dihindari, dan tunjukkan hal itu sebagai kemenangan dalam rapat.

Semakin banyak data yang dibagikan, semakin atasan melihat bahwa pencegahan krisis juga merupakan sebuah kemenangan.

Berikan pujian kepada atasan saat rencana proaktif yang dilakukan tim mampu menghemat waktu, tenaga, atau uang.

2. Jangan ikut panik dan tetap tenang

Semakin firefighter boss merasa panik, semakin dia percaya bahwa gaya kepemimpinan dan strateginya teruji. Namun, kamu tidak perlu ikut-ikutan.

Baca Juga: Agar Tumbuh secara Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Fokus pada Penguatan Fundamental

Daripada langsung merespons setiap keadaan darurat yang terjadi, tetapkan batasan dan jangan menyamai intensitasnya.

Lebih baik kamu mengajukan klarifikasi, menyajikan data, dan menyikapi ulang situasi dengan cara yang memprioritaskan logika daripada reaksi.

Menjaga ketenangan serta terlibat dalam komunikasi yang jelas dan jujur menjadi cara efektif untuk mengelola atasan yang memiliki stres tinggi.

Tetap tenang tidak hanya meredakan urgensi yang ditunjukkan oleh atasan, tetapi juga mendorong respons yang lebih terukur dan analitis darinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Harvard Business Review

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X