Contoh: Uber muncul karena mempertanyakan asumsi bahwa orang harus memiliki mobil sendiri atau naik taksi konvensional.
- Beradaptasi dengan Perubahan Pasar
Pasar berubah cepat sekali, selera konsumen, teknologi, dan regulasi bergeser. Dengan mempertanyakan asumsi, bisnis lebih mudah beradaptasi dan tidak tertinggal.
Contoh: Asumsi bahwa toko fisik akan selalu menjadi andalan ritel kini digeser oleh e-commerce.
- Mengurangi Risiko dan Kerugian
Mempertanyakan asumsi membantu mengidentifikasi risiko sejak awal sebelum keputusan diambil, sehingga bisa mencegah kegagalan besar.
Contoh: Sebuah perusahaan bisa menunda peluncuran produk jika menyadari asumsi tentang kebutuhan pasar ternyata keliru.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara yang Mengukur Critical Thinking Skill dengan Metode SHER
- Mendorong Budaya Berpikir Kritis
Organisasi yang terbiasa mempertanyakan asumsi akan lebih terbuka terhadap umpan balik, berani berubah, dan tidak takut salah. Ini adalah ciri organisasi yang sehat dan adaptif.
Contoh: Tim manajemen tidak hanya menerima laporan penjualan menurun sebagai "musiman", tapi bertanya mengapa sebenarnya bisa turun?
Nah, mulai sekarang, cobalah untuk selalu melakukan questioning assumption, bahkan ketika asumsi itu berasal dari pikiranmu. ***
Artikel Terkait
Problem Solving, Salah Satu Modal IT Analyst untuk Menjembatani Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknis
Kamu Wajib Punya Keterampilan Dalam Literasi Data. Apa Manfaat Data Dalam Bisnis Saat ini?
4 Keuntungan Bekerja dalam Bisnis Keluarga, Soal Loyalitas Tak Perlu Diragukan Lagi!
8 Kunci Menjaga Hubungan Bisnis dengan Klien Tetap Erat dan Berkembang dalam Jangka Panjang
Mempunyai Buyer Persona Itu Penting Untuk Bisnis. Berikut Ini Langkah-Langkah Untuk Membuatnya!
Penerapan 5W 1H Tak Hanya Dalam Jurnalistik, Namun Juga Bisa Dalam Dunia Bisnis.