Pejuangkantoran.com – Kena pemutusan hubungan kerja (PHK) itu tidak pernah masuk dalam rencana siapa pun. Gelombang PHK massal mewarnai dunia kerja dalam beberapa bulan terakhir ini.
Bahkan menurut Menteri Ketenagakerja (Menaker) Yasierli, seperti yang dikutip oleh metrotvnews.com, jumlah PHK pada 2025 meningkat dibanding 2024. Tercatat per April 2025 ada 24.036 orang mengalami PHK.
Apapun alasan terjadinya PHK apalagi PHK massal, tentu saja tetap menjadi kabar buruk. Rencana-rencana pribadi dan keluarga yang telah disusun, tentu saja menjadi harus ditinjau ulang.
Ada beberapa langkah awal yang harus pertama kali dilakukan ketika menjadi bagian dari karyawan yang di-PHK. Misal, memastikan hak-hak kamu terpenuhi. Kamu harus minta surat remsi PHK, memastika mendapatkan pesangon, uang Jaminan Hari Tua, dan sebagainya.
Lalu, mengevaluasi kondisi keuangan keluarga jika kamu sudah berkeluarga. Mengevaluasi lagi rencana-rencana yang sudah disusun sebelumnya. Dan sebagainya.
Memang berat, namun kamu harus melakukan langkah-langkah strategis untuk itu. Berikut ini ada contoh jadwal langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam 30 hari pertama sejak kamu mendaptkan keputusan PHK:
Baca Juga: 8 Langkah Penting Yang Harus Pertama Kali Kamu Lakukan Ketika Terkena PHK
Hari 1–3: Terima dan Tenangkan Diri
- Terima secara mental, PHK bukan akhir segalanya, tapi ini awal barumu.
- Ceritakan ke keluarga/teman terdekat, minta dukungan mereka.
- Istirahat cukup, hindari menyalahkan diri sendiri.
- Catat semua aset, tabungan, dan utang.
Hari 4–7: Urus Hak dan Dokumen
- Minta surat PHK resmi dan bukti masa kerja.
- Hitung hak-hak kamu, seperti pesangon, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
- Daftarkan klaim JKP via sso.bpjsketenagakerjaan.go.id (jika eligible).
- Unduh dan kumpulkan dokumen penting, seperti KTP, KK, NPWP, rekening bank, CV lama.
Hari 8–14: Rapi Finansial dan Perbarui Diri
- Buat anggaran darurat, minimalkan pengeluaran 2–3 bulan ke depan. Bikin prioritas anggaran belanja.
- Evaluasi skill, apa yang bisa dijual atau dikembangkan?
- Perbarui CV, LinkedIn, dan portofolio.
- Mulai daftar ke job portal, seperti JobStreet, Glints, LinkedIn, Kalibrr, Karir.com, dan sebagainya.
- Ikuti webinar atau pelatihan gratis (Skill Academy, RevoU mini course, dan semacamnya).
Hari 15–21: Bangun Koneksi dan Jajaki Peluang
- Hubungi teman/rekan kerja lama, kabari bahwa kamu sedang mencari peluang.
- Ikut komunitas atau grup Telegram/WhatsApp lowongan kerja.
- Kirimkan CV ke minimal 5 lowongan/hari.
- Mulai coba pekerjaan freelance jika memungkinkan (Projects.co.id, Sribulancer, Upwork).
Hari 22–30: Wawancara & Jaga Mental
- Persiapkan jawaban pertanyaan wawancara umum (terutama soal "kenapa berhenti kerja").
- Latihan wawancara dengan teman atau depan cermin.
- Jaga rutinitas sehat: tidur cukup, jalan kaki, makan teratur.
- Tetapkan target realistis:
- Kirim 30+ lamaran dalam 30 hari;
- Latihan minimal 1 skill baru;
- Buat satu penghasilan kecil dari kerja sampingan jika bisa.
Artikel Terkait
5 Skill yang Dibutuhkan Manajer Tahun 2025, dari Literasi Teknologi hingga Manajemen Perubahan
Menghadapi Tantangan Era Digital: Pentingnya Soft Skill dan Kemampuan Bahasa Asing
3 Soft Skill yang Dianggap Sepele, Padahal Bisa Bikin Kamu Digaji Lebih Tinggi!
Punya Keterampilan Analisis Itu Sangat Penting. Berikut Ini 10 Cara Meningkatkan Keterampilan Tersebut!
Pentingnya Peran Call Center di Era Digital dan 8 Keterampilan Yang Dibutuhkan Oleh Profesi Ini
5 Aspek dari Keterampilan Tahan Lama yang Sebaiknya Kamu Miliki, Penting untuk Berbagai Jenis Pekerjaan