Pejuangkantoran.com - Bayangkan bekerja di perusahaan tanpa atasan tetap sehingga setiap karyawan berhak menyampaikan pendapat dan keputusan diambil bersama secara kolektif.
Meski terdengar seperti mimpi, tetapi model ini makin banyak dipilih oleh perusahaan yang ingin mendorong inovasi, kreativitas, dan rasa tanggung jawab tinggi.
Cara kerja ini disebut lebih memberikan kebebasan lebih luas karena menjauh dari sistem tradisional yang kaku.
Beberapa perusahaan seperti Zappos di Amerika dan Buurtzorg di Belanda bahkan sudah menerapkannya.
Mereka percaya tim yang dianggap sebagai kunci untuk menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan fleksibel.
Perusahaan yang bergerak oleh tujuan
Tujuan dibuatnya model kerja ini adalah agar pengambilan keputusan bisa dibagi secara adil di antara semua karyawan.
Ini membuat setiap pekerja memiliki peran yang jelas dan diberi ruang untuk mengambil keputusan sendiri tanpa harus selalu menunggu instruksi. Prinsip utamanya adalah keterbukaan, saling percaya, dan kesetaraan.
Baca Juga: Karyawan Menolak Naik Jabatan dan Jadi Pemimpin Sedang Tren. Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?
Contohnya bisa dilihat di perusahaan kosmetik alami dari Spanyol, Alqvimia. Mereka percaya bahwa kebahagiaan karyawan adalah kunci utama.
CEO Drolma Lizcano memandang pemimpin sebagai fasilitator yang mendukung, bukan sosok yang mengendalikan. Bagi dia, cara kerja ini menjadikan organisasi lebih manusiawi.
Semua orang bisa memimpin
Salah satu kesalahpahaman tentang sistem ini adalah menganggap tidak ada pemimpin sama sekali. Padahal, kepemimpinan tetap ada, tetapi dibagi rata.
Setiap orang bisa memimpin sesuai dengan situasi dan tanggung jawab yang diemban. Tujuannya adalah agar semua orang merasa punya andil dan berkontribusi penuh.
Artikel Terkait
Survei: Generasi Z Belum Pernah Jadi Pimpinan Perusahaan
Bukan Hanya Membangun Hubungan, Ini Manfaat Pemimpin yang Mau Meluangkan Waktu bersama Karyawannya
Beda Model Kerja, Beda Juga Cara Perusahaan dan Pemimpin Membuat Kerja Karyawan Jadi Maksimal
Sebagai Pemimpin, Kamu Sebaiknya Belajar Tingkatkan Kecerdasan Emosional. Ini 5 Caranya!
Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Boleh Bekerja Lebih dari 8 Tahun di Perusahaan yang Sama, Sekalipun Jadi Pemimpin!
Beban Kerja Meningkat, Pemimpin Tak Punya Waktu Menanggapi Feedback dari Karyawan. Ini Dampaknya!