PejuangKantoran.com - Banyak perusahaan mengadakan survei, pertemuan, dan sesi diskusi untuk meminta feedback dari karyawan. Namun, setelah karyawan menyampaikan pendapatnya, yang sering terjadi justru tidak ada perubahan signifikan.
Laporan terbaru dari Perceptyx menunjukkan bahwa 95% pimpinan SDM sudah meningkatkan atau mempertahankan upaya mendengarkan, tetapi hanya 27% yang merasa bahwa program tersebut menghasilkan dampak bisnis yang nyata.
Para pimpinan sebenarnya tidak mengabaikan feedback, tetapi mereka kewalahan oleh banyaknya data, prioritas yang saling bersaing, dan keterbatasan sumber daya.
Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Idulfitri 2025 dalam Bahasa Inggris untuk Bos yang Sopan dan Bermakna
Akibatnya, banyak karyawan merasa pendapat mereka tidak diperhitungkan, kehilangan motivasi, dan akhirnya berhenti berpartisipasi dalam program feedback yang dilakukan perusahaan.
Karyawan frustasi tidak ada tindak lanjut
Karyawan yang memberikan feedback mengharapkan adanya perubahan atau setidaknya pengakuan dan tindak lanjut dari perusahaan.
Laporan Resume Now menemukan bahwa 45% karyawan merasa saran mereka jarang ditindaklanjuti. Lalu, hanya kurang dari setengahnya yang percaya bahwa perusahaan benar-benar berusaha untuk memperbaiki keadaan.
Jika ini terus terjadi, karyawan bisa kehilangan kepercayaan, program feedback kehilangan kredibilitas, dan budaya kerja menjadi semakin negatif.
Dalam banyak kasus, perusahaan bahkan tidak menunjukkan pengakuan terhadap karyawan yang telah mengisi survei. Mereka tidak pernah mendapatkan informasi mengenai apa yang dilakukan dengan masukan yang diberikan.
Baca Juga: Mengasah Keterampikan Analisis Bisa Dilakukan dengan Bermain Brain Games. Berikut Daftar Games-nya!
Ini membuat feedback dari karyawan terhenti karena mereka merasa suaranya tidak berarti. Hasilnya, loyalitas dan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan jadi terganggu.
Pemimpin terlalu sibuk untuk bertindak
Sebenarnya, pimpinan umumnya ingin menindaklanjuti feedback dari karyawan, tetapi tekanan kerja sehari-hari membuat mereka sulit untuk memprioritaskannya.
Studi Perceptyx menunjukkan bahwa lebih dari 40% pimpinan HR merasa pekerjaan mereka semakin sulit dalam satu tahun terakhir. Bahkan, 30% mempertimbangkan untuk keluar dari pekerjaannya dan 25% sudah mengalami burnout.
Artikel Terkait
Bank Mandiri Sediakan ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu untuk Keperluan Lebaran, Ini Daftar Lokasinya!
Apakah Kamu Termasuk Golongan Wajib Pajak Yang Dibebaskan dari Lapor SPT 2025 Ini?
Lokasi ATM BNI Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu, Penting untuk Persiapan Lebaran!
Punya Keterampilan Analisis Itu Sangat Penting. Berikut Ini 10 Cara Meningkatkan Keterampilan Tersebut!
Nasabah BRI Tak Perlu Khawatir Selama Libur Lebaran, BRI Siapkan Weekend Banking dan Layanan Terbatas
Diskon Lebaran 50% dari Garuda Indonesia Buat "Liburan ke Jakarta"
Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan Diperpanjang, Sampai Kapan?