Kenali Beda Game Designer dan Game Developer sebelum Kamu Bekerja di Industri Game

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 18 Juni 2025 | 09:11 WIB
Ilustrasi: Sebagai game developer, kamu harus menguasai sisi teknis , dan paham seluk-beluk game engine.  (Unsplash/Mohammad Rahmani)
Ilustrasi: Sebagai game developer, kamu harus menguasai sisi teknis , dan paham seluk-beluk game engine. (Unsplash/Mohammad Rahmani)

PejuangKantoran.com - Industri video game berkembang pesat berkat kreativitas dan inovasi orang-orang di balik layar. Tim pengembangan yang terdiri atas para desainer, programmer, penulis, artis, hingga penguji, bekerja sama untuk menciptakan game-game keren kayak The Witcher, Genshin Impact, atau FIFA.

Kalau kamu suka main game, pasti penasaran siapa sih pembuat game-game tersebut? Meskipun berbagai peran yang terlibat sangat banyak, ada dua peran utama yang menonjol: game designer dan game developer.

Sekilas, keduanya mungkin terdengar sangat mirip. Bagaimanapun, peran mereka pada dasarnya adalah menciptakan game, ya kan? Namun ternyata, ada banyak tanggung jawab yang perlu dipertimbangkan saat mempelajari apa beda game designer dan game developer.

Baca Juga: Mimpi Membangun Hidup Baru di Inggris, Dr Pratik Joshi bersama Istri dan 3 Anaknya Jadi Korban India Air

Buat orang-orang dengan keahlian dan minat yang berbeda, tugas mereka akan sangat berbeda. Ada kemungkinan mereka akan lebih menyukai posisi yang satu daripada yang lain.

Kalau kamu punya passion di bidang game, dan ingin punya karir di bidang ini, yuk kita cari tahu beda game designer dan game developer.

Game Designer

Bayangkan kamu punya ide yang rasanya nyeleneh tapi seru. Bagaimana kalau ada arkeolog yang cantik, cerdas, dan kaya raya, tetapi dia justru sangat menikmati ketika menjadi petualang dan menjelajah ke makam kuno dan berbahaya di seluruh dunia?

Nah, itu contoh pekerjaan seorang game designer. Mereka adalah otaknya game, orang yang membayangkan cerita, karakter, alur permainan, sampai tampilan antarmuka (UI/User Interface).

Mereka memikirkan detail, dari sistem skor, misi sampingan, desain level, sampai tombol apa yang harus ditekan agar karakternya bisa melompat. Semua ide itu dituangkan ke dokumen desain yang super lengkap. Jadi, tim lain bisa tahu arah game-nya mau dibawa ke mana.

Baca Juga: Produsen Madu Artisan Binaan BRI BeeMa Honey Makin Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global

Game Developer

Kalau designer itu bisa dikatakan pemimpi, developer adalah “penyihir” yang bikin mimpi itu jadi nyata. Tugas mereka mengkoding alias bikin programnya. Jadi saat kamu memencet tombol lompat, karakternya beneran lompat.

Mereka mengulik bahasa pemrograman seperti C++, Java, atau Python untuk menghidupkan game-nya. Mereka juga memakai tools seperti Unity atau Unreal Engine, semacam software super canggih untuk membuat grafik, animasi, dan fisika di game.

Intinya, mereka yang membuat game-nya benar-benar bisa dimainkan, bukan cuma ide di atas kertas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Upwork

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X