Namun, menurut survei Gallup CHRO Roundtable di 2022, pelatihan untuk manajer sebagian besar difokuskan pada program kesejahteraan (72%), sedangkan hanya 49% yang memberikan pelatihan tentang cara melakukan percakapan dengan tim.
Jadi, ubah pelatihan untuk pemimpin agar fokus pada menunjukkan kepedulian dan membangun hubungan dengan karyawan, daripada meminta mereka untuk menjalani program.
- Manajer hybrid paling perlu dibantu
Semakin banyak perusahaan yang membolehkan cara kerja hybrid untuk karyawannya, maka perusahaan perlu membantu para manajernya untuk menghadapi tantangan dalam memimpin, melatih, dan mengembangkan tim dalam lingkungan tersebut.
WFHBaca Juga: Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
Penelitian Gallup's CHRO Roundtable menunjukkan bahwa sebanyak 57% manajer di AS menyatakan tidak menerima pelatihan formal atau informal dalam mengelola tim kerja jarak jauh atau hybrid.
Kurangnya pelatihan dan dukungan manajer yang efektif ini diperparah dengan temuan bahwa manajer yang memimpin tim hybrid lebih cenderung menderita kelelahan, jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memimpin tim WFO atau WFH.
Jadi, manajer tim hybrid secara khusus memerlukan dukungan untuk meningkatkan dan mempertahankan keterlibatan dan kesejahteraan mereka sendiri. ***
Artikel Terkait
Bullying di Tempat Kerja dalam Sistem Hybrid Lebih Tersamar. Begini Cara Mencegahnya
Apa yang Harus Dilakukan Kalau Bos Sudah Mulai Menyerah untuk WFH dan Minta Semua Karyawan WFO?
Ketahuan Berbohong Saat WFH, Pegawai Asuransi Ini Dipecat Usai Laptopnya Dilacak Bos
Ada Yang Harus Dilakukan, Dos, dan Ada yang Harus Dihindari, Don'ts, Saat WFH
Tips Mengelola Tim Hybrid Secara Efektif Agar Bisa Berkembang Baik dan Produktif
Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!