Ladies, Ini 5 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier Kamu! Bagaimana Cara Mengubahnya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 30 Juni 2025 | 15:25 WIB
Para pekerja perempuan, jangan sungkan dan ragu untuk  (Google Gemini)
Para pekerja perempuan, jangan sungkan dan ragu untuk (Google Gemini)

Lama-kelamaan, sikap ini bisa membuat kontribusi kamu jadi tidak terlihat.

Solusinya: Belajarlah untuk mengakui pencapaian kamu dengan jujur. Ganti kalimat seperti “Kebetulan saja saya bantu” dengan “Saya memang bertanggung jawab untuk bagian ini”.

Sekali lagi, mengakui pekerjaan bukanlah kesombongan jika memang itu faktanya.

  1. Minta saran ke orang yang tidak tepat

Kamu mungkin terlalu bergantung pada saran dari orang-orang terdekat, seperti teman atau keluarga. Namun, mereka mungkin ingin kamu “main aman” karena tidak ingin kamu terluka.

Padahal, ini bisa menanamkan rasa takut pada diri.

Solusinya: Cari mentor atau rekan kerja yang bisa mendorong kamu untuk berkembang, bukan yang selalu berkata “jangan ambil risiko”.

Diskusi karir yang baik harus menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar penghiburan.

Baca Juga: LinkedIn dan UN Women Luncurkan Program Link Women di Indonesia untuk Dorong Karier Perempuan di Era Digital

  1. Sibuk, tapi tidak strategis

Terlalu sering berkata “iya” untuk semua permintaan, bisa membuat kamu kehabisan energi untuk hal yang benar-benar penting. Ini memberi kesan kalau kamu sibuk, tetapi sebenarnya tidak berkembang.

Solusinya: Fokuslah pada pekerjaan yang punya nilai strategis. Belajar menolak dengan sopan.

Bukan berarti kamu tidak mau membantu, tetapi kamu juga punya hak untuk menjaga waktu dan fokus demi tujuan jangka panjang.

Meski kebiasaan-kebiasaan ini sudah terbentuk dari sistem dan budaya, tetapi kamu masih bisa mengubahnya.

Mulailah dengan menyadarinya dan perlahan ganti dengan kebiasaan baru yang mendukung pertumbuhan diri.

Ini karena karir kamu pantas untuk diperjuangkan. Bukan hanya dengan kerja keras, tetapi juga dengan keberanian untuk terlihat, berbicara, dan memilih jalan yang sesuai dengan tujuan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X