PejuangKantoran.com - Berbohong di CV atau membesar-besarkan pengalaman kerja tentunya tidak diperbolehkan. Sayangnya, masih banyak kandidat yang melakukannya agar memiliki CV yang terlihat “menjual” dan memiliki kemungkinan besar dipanggil untuk wawancara.
Jika kamu suka melakukannya, penting untuk mengetahui informasi apa saja yang tidak boleh dibesar-besarkan selama proses rekrutmen.
Perekrut tidak naif dan ada banyak cara untuk mengecek kebenaran CV kamu, atau menindaklanjuti apa pun yang kamu katakan selama dan setelah wawancara.
Baca Juga: Sudah Tidak Puas dengan Pekerjaan Saat Ini, Tanda Kamu Harus Pindah Jalur Karir. Apa Tanda Lainnya?
Terlalu banyak berbohong bisa membuat kamu didiskualifikasi dari proses rekrutmen atau lebih buruk lagi, dilaporkan ke pihak berwenang.
Pemberi kerja tidak menganggap enteng kebohongan, terutama jika kamu ketahuan setelah mendapatkan pekerjaan.
Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu sampaikan dengan jujur di CV.
1. Pendidikan
Pendidikan bisa menjadi salah satu rintangan terbesar dalam membangun karir. Kamu mungkin tidak pernah diminta untuk memperlihatkan ijazah asli saat melamar, tetapi bukan berarti mengklaim kualifikasi pendidikan yang sebenarnya tidak kamu miliki adalah ide yang bagus.
Pertama-tama, hanya karena pemberi kerja tidak pernah meminta bukti kredensial akademis kamu, bukan berarti mereka tidak memerlukannya.
Baca Juga: Hindari Tema Santet dan Pesugihan, Film Arwah Hadirkan Horor dengan POV yang Berbeda
Banyak perusahaan melakukan pemeriksaan latar belakang pendidikan dengan menghubungi universitas secara langsung.
Mereka juga bisa menggunakan layanan pihak ketiga untuk melihat tanggal masuk kuliah, gelar yang diperoleh, dan bahkan IPK.
Jadi, jika kamu berpikir untuk memalsukan atau bahkan melebih-lebihkan pendidikan, sebaiknya jangan melakukannya.
2. Hard skill
Artikel Terkait
Talenta Digital Jadi Rebutan, Ini Profesi yang Paling Dibutuhkan di Indonesia Saat Ini
Makna Kode R2 – R5 dalam Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Guru 2024, Jangan Sampai Salah!
Apa Itu Voluntary Lay Off? Harus Gimana? Jangan Panik Baca Dulu Penjelasannya di Sini!
Alasan Kepribadian Kuat Kamu Bisa Membuat Orang Merasa Tidak Nyaman, Bukan Kamu yang Salah!
Investor Global Percaya, Transformasi Jadi Fondasi Kuat Saham BBRI
Bukan Lagi Sekadar “Fitur Keren”, Perusahaan Harus Mulai Menggunakan AI agar Tidak Tertinggal
Sejarah Panjang Penyeberangan Dengan Kapal Feri. Kapan di Indonesia Dimulai?