Di Balik Kebebasan WFH Ternyata Ada Tantangan Besar. Ini yang Bikin Pekerja WFH Merasa Tertekan!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
Ilustrasi: Ternyata hanya 36% pekerja WFH yang bahagia dengan hidupnya, sedangkan sisanya merasa tertekan. (Freepik)
Ilustrasi: Ternyata hanya 36% pekerja WFH yang bahagia dengan hidupnya, sedangkan sisanya merasa tertekan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Bekerja dari rumah kini sudah jadi hal biasa bagi banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, menurut laporan State of the Global Workplace terbaru, pekerja yang sepenuhnya bekerja dari rumah atau (WFH) merupakan kelompok terbanyak dibandingkan pekerja hybrid dan pekerja yang bekerja dari kantor.

Menariknya, pekerja WFH ini ternyata punya tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi. Mereka lebih semangat dan merasa lebih terhubung dengan pekerjaan serta timnya.

Salah satu alasannya karena mereka punya otonomi atau kebebasan yang lebih besar. Mereka bisa mengatur waktunya sendiri, bekerja dengan cara yang paling cocok, dan lebih mudah masuk ke “zona fokus” sehingga pekerjaan bisa selesai dengan lebih efisien.

Baca Juga: Bagi Gen Z, Kripto Sudah Jadi Dompet Digital untuk Belanja Kebutuhan Sehari-hari. Apa yang Dibeli?

Namun, jangan salah karena di balik kebebasan itu ada juga tantangan besar. Data menunjukkan bahwa meskipun mereka terlihat lebih "terlibat", banyak dari mereka merasa kurang bahagia secara keseluruhan.

Hanya 36% pekerja full WFH yang merasa puas dengan hidupnya, dibandingkan 42% pada pekerja hybrid dan yang kadang WFH.

Bahkan, pekerja WFH juga cenderung lebih sering merasa marah, sedih, stres, dan kesepian dibandingkan pekerja hybrid atau yang sepenuhnya kerja di kantor. Mengapa bisa begitu?

Ini beberapa alasan mengapa WFH bikin karyawan bisa tertekan:

1. Jarak fisik membuat jarak emosional

Bekerja dari rumah memang nyaman, tetapi juga bisa bikin kesepian. Tidak ada lagi mengobrol santai di pantry, makan siang bareng rekan kerja, atau candaan di sela rapat.

Baca Juga: Yang Bikin Yasmin Napper Harus Menangis di Series 'Cinta Dalam Sujudku'

Semua itu ternyata penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan. Kalau terlalu lama sendiri tanpa dukungan sosial, kamu bisa merasa terisolasi dan menimbulkan emosi negatif seperti sedih atau marah.

2. Kebebasan yang berujung stres

Meski kebebasan mengatur waktu kerja itu menyenangkan, nyatanya tidak semua orang bisa nyaman dengan hal itu.

Tidak ada batas waktu yang jelas, sulitnya menyelaraskan kerja tim, dan tanggung jawab mengatur semuanya sendiri bisa menimbulkan tekanan tersendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Gallup

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X