Di sinilah manajer harus jadi “penjual” ide ke dalam tim sendiri, yang juga membuka ruang bagi anggota tim untuk memberi pendapat dan masukan.
- Manajer partisipatif
Gaya ini lebih santai dan terbuka karena manajer bisa duduk bersama tim, mendengar pendapat mereka, dan bertukar ide.
Gaya ini cocok digunakan saat sesi evaluasi, pelatihan, atau brainstorming.
Dengan cara ini, anggota tim merasa dihargai dan biasanya mereka jadi lebih termotivasi karena merasa punya suara dalam proses kerja.
- Manajer yang mendelegasikan
Kalau manajer punya tim yang sudah cukup mandiri, gaya ini bisa sangat efektif.
Manajer bisa memberi kepercayaan kepada anggota tim untuk mengambil tanggung jawab, tanpa harus terus diawasi.
Selain membuat tim merasa dihargai, ini juga mendorong pertumbuhan dan rasa percaya diri. Namun, pastikan untuk tetap memantau dari jauh.
Gabungkan gaya-gaya ini sesuai situasi
Menurut pakar manajemen David Jacoby, gaya-gaya ini sebenarnya bisa dikombinasikan.
Misalnya, manajer bisa mulai dengan gaya “menjual” saat memperkenalkan ide baru, lalu lanjutkan dengan pendekatan partisipatif untuk dengar pendapat tim.
Intinya, manajer harus fleksibel dan tahu kapan harus pakai gaya yang mana.
Jadi, kalau ingin mendapatkan hasil terbaik dari tim penjualan, kuncinya adalah memahami anggota tim, menyesuaikan pendekatan, dan membangun pengaruh yang positif. ***
Artikel Terkait
8 Bakat Alami Berikut Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Bakal Sukses Dalam Dunia Penjualan
Merasa Diabaikan oleh Manajer? Ini 3 Tanda-Tanda untuk Mengetahui Benar Tidaknya Hal Tersebut
Alasan Penting Bagi Manajer Untuk Mengatur Manajemen Waktu dengan Bantuan AI
Seorang Manajer Atau Eksekutif Wajib Memahami Value Chain. Berikut Ini Alasan-Alasannya!
5 Cara Manajer Bantu Karyawan agar Kinerjanya Lebih Terlihat, Jangan Dibiarkan Berjuang Sendirian!
Melamar Kerja Jadi Sales? Ini 5 Keterampilan Penjualan yang Wajib Ditulis di CV Biar Cepat Dilirik HRD!