Misalnya bilang, “Maaf, aku sedang fokus di proyek A dulu. Mungkin bisa dibicarakan lagi minggu depan?”
- Jangan takut minta bantuan
Minta bantuan bukan tanda kelemahan. Justru itu menunjukkan kamu paham batas kemampuan diri.
Coba tantang diri sendiri buat minta bantuan setidaknya sekali sehari sehingga lama-lama jadi kebiasaan.
- Kurangi perfeksionisme
Tidak semua hal harus sempurna. Kadang “cukup baik” itu sudah cukup.
Daripada stres memikirkan kesempurnaan, fokus saja ke hasil yang efektif dan selesai tepat waktu.
Baca Juga: Selama Masih Menjadi Hak, Pekerja Ajukan Cuti Tanpa Alasan Adalah Hal Normal! Ini Benefitnya!
- Ambil cuti dan nikmati
Jangan simpan jatah cuti terus. Cuti itu hak kamu dan penting untuk menjaga kesehatan mental.
Ambil waktu untuk rehat dan recharge energi kamu. Percayalah, kerja kamu akan lebih baik setelahnya.
- Terima hal yang di luar kendali
Tak semua hal bisa kamu kontrol. Ada baiknya kamu belajar melepaskan dan fokus ke hal-hal yang memang bisa kamu ubah.
Jangan buang energi untuk hal yang tidak bisa kamu kendalikan.
Jadi orang yang berdedikasi itu baik, tetapi kalau sampai mengorbankan diri sendiri artinya sudah tidak sehat.
Yuk, mulai kenali batas diri dengan belajar istirahat dan percaya kalau kerja tim itu lebih baik daripada kerja sendiri terus-terusan. ***
Artikel Terkait
Benarkah Keberuntungan Lebih Menentukan Kesuksesan ketimbang Usaha dan Kerja Keras?
Ada Dampak Kognitif yang Terjadi Jika Kewalahan dengan Pekerjaan, Saatnya Ambil Cuti dan Liburan!
9 Cara Orang Cerdas Menolak Pekerjaan Tambahan Secara Profesional
Cara Menolak Tugas di Luar Pekerjaan dengan Cara Profesional, Jangan Terus-Terusan Merasa Tidak Enak
Undang-Undang dan Peraturan yang Menjadi Payung Hukum Bagi Karyawan Untuk Mengambil Cuti Ibadah Haji
Saat Ada Konflik di Tempat Kerja, Bolehkah Minta Bantuan HR? Ini Waktu Mereka Harus Turun Tangan!