Jangan Asal Tulis, Ini Cara Menempatkan Sertifikasi di CV Kamu Supaya Lebih Menarik

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 09:01 WIB
Ilustrasi: Bagaimana memasukkan skill penjualan ke daftar pengalaman kerja di CV? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Bagaimana memasukkan skill penjualan ke daftar pengalaman kerja di CV? (Freepik/Drazen Zigic)

Kalau kamu punya sertifikasi yang langsung dikenali orang di industri kamu, boleh ditaruh setelah nama.

Contoh:

Andi Pratama, CFP® (Certified Financial Planner)

Namun, ingat kalau ini hanya cocok jika sertifikasinya memang jadi "jualan utama" kamu.

2. Di awal ringkasan profil

Kamu juga bisa menyebutkannya di awal bagian profil, misalnya:

“Akuntan bersertifikat dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam audit dan pelaporan keuangan.”

Kata “bersertifikat” ini lebih kuat daripada kata sifat seperti “teliti” atau “berorientasi detail” karena sifatnya faktual.

3. Di akhir ringkasan profil

Cara ini cocok kalau kamu ingin menutup bagian profil dengan pencapaian. Misalnya:

“Berpengalaman di bidang HRD, rekrutmen, dan pengembangan karyawan. Memegang sertifikasi HR Management dari BNSP.”

Letakkan singkat saja, tanpa perlu penjelasan panjang.

Baca Juga: 8 Makanan yang Bisa Sebabkan Inflamasi atau Peradangan di Tubuh Kamu!

4. Di bagian pendidikan, jika masih relevan

Kalau sertifikasi kamu masih sejalan dengan pendidikan, boleh juga digabung. Contohnya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Resume Builder

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X