Cara Menghindari Window-sitting Agar Tak Membuat Karir Mandeg dan Semangat Kerja Turun

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 18 September 2025 | 14:55 WIB
Window-sitting bisa membuat karir mandeg dan kurang semangat dalam bekerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Window-sitting bisa membuat karir mandeg dan kurang semangat dalam bekerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Rasa takut gagal bisa muncul ketika ada kesempatan baru karena kamu merasa sudah terlalu lama “diam di tempat.”

Kamu juga bisa merasa terisolasi dari tim karena kurang terlibat dalam proyek penting. Semua ini bisa berpengaruh ke kesehatan mental dan kepuasan kerja.

Maka dari itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya lebih awal supaya kamu bisa ambil langkah untuk mengubah situasi ini.

Dampak bagi perusahaan

Window-sitting bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga bisa mempengaruhi perusahaan.

Karyawan yang tidak punya peran jelas biasanya kurang termotivasi sehingga produktivitas tim ikut turun. Lingkungan kerja jadi terasa kurang hidup dan kreativitas menurun. 

Selain itu, mempertahankan karyawan di posisi yang tidak aktif sebenarnya membuang sumber daya.

Perusahaan perlu menciptakan suasana kerja yang terbuka, memberi pelatihan rutin, dan menawarkan peluang pengembangan supaya karyawan tetap merasa dihargai dan terlibat.

Baca Juga: Sedang Berada dalam Fase Jenuh Bekerja? Lakukan 5 Langkah Ini untuk Menemukan Arah Karir Kamu yang Baru!

Cara menghindari window-sitting

Kamu bisa ambil langkah proaktif untuk keluar dari situasi ini.

Cobalah cari peluang untuk ikut membantu proyek, meskipun itu di luar tugas utama kamu. Jangan takut menawarkan ide atau mencari cara baru untuk memperbaiki proses kerja.

Berkolaborasi dengan rekan kerja juga bisa membuat kamu lebih semangat dan membuka peluang belajar hal baru.

Kamu juga bisa menerima tantangan yang sedikit keluar dari zona nyaman karena di situlah keterampilan kamu berkembang. 

Cara lainnya adalah dengan mengikuti pelatihan atau belajar hal baru agar tetap relevan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Time Doctor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X