Lebih mengejutkan lagi, 42% dari mereka yang baru pindah sudah terpikir untuk resign lagi. Artinya, gaji lebih tinggi belum tentu membuat hati tenang.
Mengapa uang tidak bisa membeli kebahagiaan?
Karena, kebahagiaan kerja bukan hanya soal nominal yang masuk tiap bulan. Ada faktor lain seperti atasan yang suportif, rekan kerja yang saling bantu, budaya perusahaan yang positif, dan pekerjaan yang sesuai tujuan pribadi. Semua itu ternyata lebih besar pengaruhnya.
Menariknya, banyak pekerja yang gajinya tidak memuaskan, tetapi tetap merasa bahagia karena faktor lain menutupi kekurangan tersebut.
Sebaliknya, ada juga pekerja yang gajinya tinggi, tetapi tetap tidak bahagia karena tidak mendapat dukungan atau merasa pekerjaannya membosankan.
Kalau kamu sedang melirik pekerjaan baru, jangan cuma terpaku pada gaji. Saat melakukan proses wawancara, ini bukan hanya ajang perusahaan menilai kamu, tetapi juga kesempatan kamu menilai perusahaan.
Beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan di tempat kerja yang baru adalah:
• Bagaimana manajemen mendukung perkembangan karyawan?
• Seperti apa jalur karir di posisi ini?
• Apa yang membuat budaya perusahaan ini berbeda?
• Mengapa para karyawan bangga kerja di sini?
Jadi, gaji memang penting, tetapi bukan segalanya. Karena pada akhirnya, kebahagiaan kerja adalah kombinasi dari banyak faktor, bukan sekadar angka pada slip gaji.
Artikel Terkait
Cara Memperbarui CV sesuai Standar 2025 untuk Melamar Pekerjaan Baru setelah Terkena PHK
Kota di Denmark Ini Masuk Peringkat Pertama Daftar Kota Paling Bahagia di Dunia 2025
Ide Sering Buntu? Ternyata Ini 4 Musuh Kreativitas yang Diam-Diam Membuat Kamu Mandek
Cerita Nicholas Saputra tentang Pembuatan 'Tukar Takdir', Film tentang Tragedi Kecelakaan Pesawat
Mau Sukses? Cari Tahu Dulu Karier yang Tepat untuk Kamu Lewat 6 Langkah Simpel Ini!
Panduan Menentukan Raket Padel Berdasarkan Bentuk, Bahan, dan Karakter Lubang Raket
Kedutaan Besar Swiss Siapkan Lowongan Kerja National Program Officer untuk Penempatan Jakarta