Pejuangkantoran.com - Ketika ada dua orang yang membutuhkan bantuanmu, mana yang kamu pilih, yang rajin dan baik atau yang malas dan menyebalkan? Ini pertanyaan retoris.
Sebenarnya, pada dasarnya semua orang ingin terlihat baik di mata orang lain, suka dianggap rajin, pintar, bisa diandalkan, atau punya sisi positif lain.
Tujuannya, agar bisa membuat permintaan orang tersebut kepada orang lain lebih mudah untuk dikabulkan. Ini lazim dijumpai baik di kantor maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Jonah Berger, profesor pemasaran di Wharton School sekaligus penulis buku “Magic Words: What to Say to Get Your Way,” menunjukkannya lewat sebuah penelitian menarik.
Di Stanford, para peneliti melakukan percobaan dengan anak-anak prasekolah. Satu kelompok ditanya, “Bisakah kamu membersihkan kelas?” Sementara kelompok lain ditanya, “Bisa kamu membantu untuk membersihkan kelas?”
Hasilnya, anak-anak yang diminta untuk membantu ternyata 30% lebih semangat. Mereka melakukannya bukan karena suka bersih-bersih, tetapi karena ingin dikenal sebagai orang yang mau “membantu”.
Baca Juga: 4 Gaya Komunikasi yang Perlu Kamu Kenali agar Selalu Nyambung dan Kerja Sama Tim Makin Lancar
Cara menggunakannya di dunia kerja
Trik ini disebut mengubah tindakan jadi identitas. Bedanya cuma satu kata, tetapi efeknya bisa sangat besar.
Cara berkomunikasi seperti ini efektif. Kalau dipraktikkan di kantor, hasilnya bisa membuat rekan kerja lebih termotivasi. Misalnya:
- Daripada bilang, “Tolong kerja lebih keras,” lebih baik coba, “Kamu memang pekerja keras, yuk kita selesaikan bareng.”
- Daripada bilang, “Tolong pimpin rapat ini,” coba bilang, “Kamu bisa jadi pemimpin di rapat ini.”
- Daripada bilang, “Coba lebih kreatif,” lebih baik bilang, “Kamu punya banyak ide yang keren, coba pikirkan.”
Alasan ini efektif adalah karena orang lebih termotivasi untuk bertindak sesuai identitas positif yang disematkan.
Contohnya, kalau seseorang sudah disebut “pemimpin”, dia cenderung ingin membuktikan bahwa label itu benar.
Bukan hanya untuk orang lain, tapi juga diri sendiri
Menariknya, trik ini juga bisa dipakai untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya, rasanya berbeda juga kamu mengatakan “Aku suka lari” dengan “Aku pelari.”
Artikel Terkait
10 Keterampilan Komunikasi Utama yang Harus Kamu Kuasai Supaya Komunikasimu Lebih Efektif
6 Strategi agar Pemimpin Bisa Mengelola Feedback secara Efektif, Jangan Dibiarkan Begitu Saja!
15 Jenis Keterampilan Komunikasi yang Bisa Kamu Tulis di Resume atau CV
6 Cara Membuat Pekerjaan Jadi Lebih Mudah Dijalani Sehingga Lebih Efektif dan Efisien!
Punya Soft Skill Komunikasi, Apakah Artinya Kamu Hanya Pintar Bicara? Ternyata Bukan Hanya Itu!
7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya