PejuangKantoran.com - Setiap orang punya tipe kepribadian yang membedakannya dalam menghadapi lingkungan sosial. Ada yang langsung bersemangat kalau harus menghadiri acara-acara keriaan (ekstrovert), ada juga yang justru merasa lebih nyaman ketika menghabiskan waktu sendirian atau bisa tenang di rumah (introvert).
Keduanya berada dalam sebuah kontinum atau rentang yang saling berkaitan, bukan dua tipe yang terpisah dan berbeda. Kebanyakan orang memiliki campuran keduanya, tetapi umumnya cenderung dominan pada salah satunya.
Orang yang punya campuran sifat introvert dan ekstrovert yang seimbang disebut ambivert. Percampuran ini kemudian berkembang menjadi tipe kepribadian lain yang mungkin belum terlalu banyak kamu dengar, yaitu otrovert.
Baca Juga: Karyawan dengan Kinerja yang Baik Belum Tentu Jadi Pemimpin Hebat. Apa yang Salah?
Dengan memahami tipe kepribadian ini, kamu bisa lebih mengenal diri sendiri maupun orang lain, lebih mudah membangun hubungan, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup.
Karena kepribadian introvert dan ekstrovert umumnya sudah kamu kenali bedanya, mari kita mulai membahas ambivert.
Ambivert
Ambivert adalah orang yang ada di tengah-tengah ekstrovert dan introvert. Cirinya, kamu bisa menikmati saat harus mingle dengan banyak orang, tapi sekaligus menikmati waktu sendiri untuk refleksi.
Selain itu, ada juga omnivert yang sifatnya lebih fleksibel, bisa berubah antara introvert dan ekstrovert tergantung situasi.
Karena ambivert hidup di tengah, mereka memiliki kemampuan unik untuk memanfaatkan sifat-sifat di kedua ujung spektrum. Mereka bahkan mungkin lebih mudah berkompromi dalam hal interaksi karena mereka bisa merasa nyaman dalam berbagai situasi.
Baca Juga: Fakta Bahwa Stres Bisa Meningkatkan Gula Darahmu dan Apa yang Harus Kamu Lakukan
Dalam hal mengelola tim, ambivert mungkin punya keuntungan tersendiri. Mereka bisa memilih untuk menunjukkan sifat ekstrovert atau introvert berdasarkan kebutuhan karyawan mereka.
Ambivert senang-senang saja ketika harus menjadi pusat perhatian, tetapi mereka juga tahu kapan harus mundur dan mendengarkan.
Otrovert
Istilah otrovert dipopulerkan oleh psikiater Rami Kaminski, MD, pada tahun ini, untuk menggambarkan orang-orang yang tidak sepenuhnya introvert, ekstrovert, atau bahkan ambivert klasik.
Artikel Terkait
Budaya Kerja yang Menuntut Karyawan untuk Terus Membuktikan Diri Bisa Memicu Kelelahan
6 Kualitas Kepemimpinan Modern yang Membuat Kamu Lebih Menonjol di Dunia Kerja
Pemprov DKI Siapkan Beasiswa ala LPDP untuk 100 Mahasiswa yang Ingin Studi S2 ke Luar Negeri
Kata Bill Gates, Bahagia Itu Bukan dari Mobil Mewah, Tapi dari Hal Ini
Etika Kerja Remote di Kafe dan Coworking Space, Jangan Sampai Ganggu Orang Lain!
Kedutaan New Zealand Buka Lowongan Kerja, Batas Akhir Daftar Sampai 8 Oktober 2025
8 Tanda Teman Kantor di Tempat Kerja Cemburu Sama Kamu. Bagaimana Cara Menghadapinya?