- Etsy: Dari idealis ke lebih korporat
Etsy dulu dikenal sebagai surga bagi pengrajin independen, bahkan sempat jadi B-Corp. Namun, setelah IPO mereka kurang sukses, manajemen baru masuk dan mulai melakukan efisiensi, yaitu pemecatan besar-besaran dan budaya yang lebih kaku.
Banyak karyawan kecewa karena merasa perusahaan meninggalkan misi awalnya.
- Google: Terlalu besar untuk tetap “baik”
Slogan “Don’t Be Evil” dulu jadi ikon Google. Namun, ketika perusahaan tumbuh jadi raksasa dengan 100 ribu lebih karyawan, budaya pun ikut berubah. Lebih birokratis, lebih bisnis, dan lebih sering diterpa skandal.
Kini banyak orang melihat Google tidak lagi idealis seperti dulu. Lucunya, hal itu tidak menghentikan orang melamar kerja di sana karena stabilitasnya yang tetap menarik.
- Zappos: Eksperimen holacracy yang diam-diam dihentikan
Zappos dulu terkenal karena sistem kerja tanpa bos alias holacracy. Namun, sistem itu pelan-pelan mereka tinggalkan tanpa pengumuman besar. Banyak karyawan memilih mundur saat perubahan dimulai.
Kini Zappos lebih mirip perusahaan biasa, tanpa narasi romantis soal “budaya unik”.
Baca Juga: Tren Kerja Tanpa Batas Bikin Kita Bisa Kerja di Perusahaan Global tanpa Harus Pindah Negara
Budaya perusahaan bisa berubah
Kesimpulannya, perusahaan bukan makhluk statis. Mereka bisa berubah karena tekanan finansial, pergantian kepemimpinan, atau tuntutan pertumbuhan.
Sayangnya, perubahan itu sering terasa menyakitkan bagi karyawan yang dulu percaya pada visi awal.
Untuk itu, karyawan sebaiknya jangan terlalu percaya pada janji budaya perusahaan, tetapi lihat juga model bisnisnya. Sebagai karyawan, kamu perlu menyiapkan diri bahwa tempat kerja yang ideal bisa berubah kapan saja. ***
Artikel Terkait
Benarkah Punya Pekerjaan Impian Bikin Kamu Merasa Seperti Tak sedang Bekerja?
Menggabungkan HR dan IT dalam Satu Divisi Tidak 100 Persen Ideal, Begini Risikonya!
10 Kota Ideal di Dunia Tahun 2025 menurut Gen Z, yang Penting Akses Kegiatan Budaya Mudah!
Analisis MIT: 95% Uji Coba Penerapan AI Generatif di Perusahaan Gagal, Apa Penyebabnya?
Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Biar Nggak Dikit-dikit Resign! Ini Caranya
Budaya Kerja yang Menuntut Karyawan untuk Terus Membuktikan Diri Bisa Memicu Kelelahan