Bukan Sekadar Ahli IT, Ini 6 Keterampilan Lengkap Seorang Arsitek Data. Wajib Kamu Kuasai!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:05 WIB
Arsitek data tak hanya soal paham teknologi semata namun butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Arsitek data tak hanya soal paham teknologi semata namun butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Menjadi arsitek data bukan hanya soal paham teknologi. Profesi ini butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis.

Supaya lebih mudah dicerna, yuk kita bahas satu per satu keterampilan penting yang harus dimiliki seorang arsitek data. Wajib kamu ketahui dan kuasai jika ingin bekerja di bidang ini.

  1. Menguasai alat dan teknologi pengelolaan data

Sehari-hari, arsitek data akan bekerja bersama tim engineer atau data scientist.

Itu artinya mereka harus paham berbagai teknologi data seperti database SQL dan NoSQL, alat ETL atau ELT, sampai platform visualisasi seperti Microsoft Power BI atau Tableau.

Semakin banyak alat yang mereka kuasai, semakin mudah mereka merancang sistem data yang efisien.

  1. Jago memecahkan masalah

Sistem data sering kali rumit. Ketika ada error atau hambatan teknis, arsitek datalah yang diharapkan bisa menemukan akar masalahnya dengan cepat dan menawarkan solusi yang masuk akal.

Selain itu, mereka juga menjadi jembatan antara tim teknis dan tim bisnis. Jadi, mereka harus bisa menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam solusi teknologi yang tepat dan hemat biaya.

Baca Juga: 4 Sertifikasi yang Bisa Langsung Dongkrak Karier IT Kamu, Dicari Banyak Perusahaan di Indonesia!

  1. Paham cara mengelola metadata

Metadata bisa disebut sebagai “informasi tentang data”. Agar data perusahaan bisa dimanfaatkan dengan maksimal, arsitek data harus memastikan metadata tertata dengan rapi dan relevan.

Mereka juga perlu memahami bagaimana metadata diterapkan di setiap tahap siklus hidup data atau data lifecycle management.

  1. Mengerti dasar bahasa pemrograman

Walaupun arsitek data tidak selalu menulis kode setiap hari, mereka tetap perlu memahami beberapa bahasa pemrograman agar bisa menyesuaikan arsitektur data dengan kebutuhan aplikasi.

Beberapa bahasa yang umum digunakan antara lain:

  • Java, banyak digunakan dalam teknologi Hadoop untuk big data.
  • Python, bahasa favorit di dunia data science.
  • SQL, wajib untuk mengelola database relasional.
  • Scala, dipakai di Apache Spark dan Kafka.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Analitis tanpa Perlu Gelar di Bidang Data Science

  1. Melek teknologi AI dan machine learning

Sekarang banyak kasus penggunaan data yang melibatkan kecerdasan buatan. Karena itu, arsitek data harus mengerti konsep dasar AI, machine learning, natural language processing, dan pattern recognition.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: spiceworks.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X