Pejuangkantoran.com - Menjadi arsitek data bukan hanya soal paham teknologi. Profesi ini butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis.
Supaya lebih mudah dicerna, yuk kita bahas satu per satu keterampilan penting yang harus dimiliki seorang arsitek data. Wajib kamu ketahui dan kuasai jika ingin bekerja di bidang ini.
- Menguasai alat dan teknologi pengelolaan data
Sehari-hari, arsitek data akan bekerja bersama tim engineer atau data scientist.
Itu artinya mereka harus paham berbagai teknologi data seperti database SQL dan NoSQL, alat ETL atau ELT, sampai platform visualisasi seperti Microsoft Power BI atau Tableau.
Semakin banyak alat yang mereka kuasai, semakin mudah mereka merancang sistem data yang efisien.
- Jago memecahkan masalah
Sistem data sering kali rumit. Ketika ada error atau hambatan teknis, arsitek datalah yang diharapkan bisa menemukan akar masalahnya dengan cepat dan menawarkan solusi yang masuk akal.
Selain itu, mereka juga menjadi jembatan antara tim teknis dan tim bisnis. Jadi, mereka harus bisa menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam solusi teknologi yang tepat dan hemat biaya.
Baca Juga: 4 Sertifikasi yang Bisa Langsung Dongkrak Karier IT Kamu, Dicari Banyak Perusahaan di Indonesia!
- Paham cara mengelola metadata
Metadata bisa disebut sebagai “informasi tentang data”. Agar data perusahaan bisa dimanfaatkan dengan maksimal, arsitek data harus memastikan metadata tertata dengan rapi dan relevan.
Mereka juga perlu memahami bagaimana metadata diterapkan di setiap tahap siklus hidup data atau data lifecycle management.
- Mengerti dasar bahasa pemrograman
Walaupun arsitek data tidak selalu menulis kode setiap hari, mereka tetap perlu memahami beberapa bahasa pemrograman agar bisa menyesuaikan arsitektur data dengan kebutuhan aplikasi.
Beberapa bahasa yang umum digunakan antara lain:
- Java, banyak digunakan dalam teknologi Hadoop untuk big data.
- Python, bahasa favorit di dunia data science.
- SQL, wajib untuk mengelola database relasional.
- Scala, dipakai di Apache Spark dan Kafka.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Analitis tanpa Perlu Gelar di Bidang Data Science
- Melek teknologi AI dan machine learning
Sekarang banyak kasus penggunaan data yang melibatkan kecerdasan buatan. Karena itu, arsitek data harus mengerti konsep dasar AI, machine learning, natural language processing, dan pattern recognition.
Artikel Terkait
Butuh Waktu Berapa Lama untuk Menjadi Data Scientist? Ini 6 Fase yang Harus Dilalui
Tingkatkan Wawasan, Ini Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Data Scientist di Google!
Apa Itu Sistem Otomatisasi, yang Disebut Dapat Membuat Kita Bekerja Lebih Cepat dan Efisien?
Waspadai Shadow Leak! Ini Adalah Cara Artificial Intelligence Mencuri Data Dari Email Kamu.
Posisi Prompt Engineer sedang Jadi Incaran Banyak Perusahaan, Gajinya Juga Bikin Ngiler!
Lowongan Kerja buat Indonesian Language Expert untuk Posisi AI Data Trainer di SME Careers