Kamu bisa mulai dari kursus online gratis, kelas singkat, atau workshop profesional. Misal, kamu melamar posisi marketing, tetapi belum terbiasa pakai tools analitik, maka pelajarilah dasar-dasarnya lebih dulu.
Langkah-langkah kecil seperti ini bisa menunjukan kalau kamu proaktif dan mau berkembang. HR biasanya sangat tertarik dengan kandidat yang punya semangat belajar tinggi.
Selain itu, biasakan mencatat semua lamaran yang kamu kirim. Catat nama perusahaan, posisi, dan respon yang kamu dapat.
Dari situlah kamu bisa melihat pola, seperti bidang mana yang lebih sering memberi tanggapan positif. Jika sudah tahu area yang paling cocok, fokuskan energi ke sana.
Melamar lebih sedikit tetapi lebih fokus, biasanya jadi lebih efektif daripada melamar ke banyak tempat tanpa arah.
Baca Juga: Tak Perlu Grogi saat Menghadapi Panel Interview, Lakukan 5 Tips Berikut agar Sukses Melaluinya!
- Jangan lelah mencoba
Proses mencari kerja memang bisa melelahkan, apalagi kalau hasilnya belum terlihat sama sekali. Namun, ketika ada penolakan bukan berarti kamu kurang baik. Ada banyak hal di balik keputusan HR yang di luar kendali kamu.
Semakin kamu konsisten dalam melakukan 3 hal di atas, semakin besar peluang kamu mendapat panggilan wawancara. Memang hasilnya tidak selalu instan, namun percayalah bahwa setiap langkah kecil tetap mendekatkan kamu dengan pekerjaan yang kamu impikan. ***
Artikel Terkait
Tips Melakukan Phone Screen Interview, dan Apa Saja yang Kamu Harus Tanyakan pada Rekruter
3 Pertanyaan Saat Wawancara Kerja yang Bisa Diajukan Tanpa Menunggu Akhir Interview
Ini Kunci! Mengembangkan Keterampilan Baru Penting Bagi Karyawan Maupun Perusahaan!
8 Tips Jitu Hadapi Wawancara Kerja dengan AI, Yaitu Santai, Jujur, dan Tetap Jadi Diri Sendiri
Diundang Wawancara Kerja dengan Metode Gamified Assessment? Ini yang Harus Kamu Siapkan!
5 Skill Teknologi Paling Dicari di Indonesia, Wajib Kuasai Biar Cepat Dilirik HRD!