Sukses di Tempat Kerja saat Ini Bukan Hanya Soal Gaji dan Jabatan, Namun Hal Berikut Ini Lebih Penting!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 27 Oktober 2025 | 15:45 WIB
Sukses di kantor tak melulu soal gaji dan jabatan, namun juga  kesejahteraan jasamani-rohani. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Sukses di kantor tak melulu soal gaji dan jabatan, namun juga kesejahteraan jasamani-rohani. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Menurut Laporan Kesejahteraan Kerja Tahunan 2025 dari Indeed, banyak pekerja ingin merasa punya tujuan, mendapat dukungan, dan punya kesempatan untuk sukses.

Namun, menariknya hanya 26% karyawan yang merasa benar-benar berhasil di tempat kerja. Sisanya justru merasa stres, kurang puas, dan kelelahan.

Masalah ini tidak cuma berdampak pada individu, tetapi juga perusahaan. Karyawan yang kesejahteraannya rendah, tujuh kali lebih mungkin mengalami stres kerja yang akhirnya menurunkan produktivitas dan membuat mereka lebih sering sakit atau cedera.

Ketika “budaya kerja keras” jadi bumerang

Salah satu contohnya adalah Sean Holloway, seorang insinyur software. Karena tenggat waktu yang terlalu padat, ia sering begadang dan akhirnya mengalami gangguan penglihatan serius akibat stres.

Setelah sakit, ia memutuskan untuk berhenti dan mencari pekerjaan di tempat yang lebih sehat, dengan manajer yang benar-benar peduli.

“Kalau ada yang kirim pesan di akhir pekan, kami akan jawab, ‘Hei, kamu seharusnya tidak online sekarang’. Hal yang sama berlaku kalau seseorang sedang cuti,” kata Holloway.

Baca Juga: Bagi Pekerja Perempuan, “Kesejahteraan” di Tempat Kerja Bukan Soal Tunjangan Saja. Apa yang lebih Penting?

Sayangnya, tidak semua tempat kerja seperti itu. Di banyak perusahaan, terutama yang menganut “budaya kerja keras,” keseimbangan hidup sering diabaikan.

Contohnya, beberapa perusahaan di Silicon Valley bahkan menerapkan sistem kerja 9-9-6 atau bekerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam, 6 hari seminggu.

Menurut profesor manajemen Yale, Jeffrey Sonnenfeld, banyak atasan saat ini tidak terlalu peduli pada kehidupan pribadi karyawannya. Menurut Jeffrey, atasan saat ini banyak yang berprinsip bahwa saat ini bukan waktunya membicarakan kenyamanan pribadi..

Bagi sebagian orang, ritme kerja seperti itu mungkin menantang dan menyenangkan. Namun, bagi banyak lainnya, ini justru melelahkan dan membuat mereka kehilangan semangat.

“Ketika industri sedang sulit, yang pertama dikorbankan adalah hal-hal yang membuat kerja terasa menyenangkan,” kata Holloway.

Kesejahteraan adalah kunci keberhasilan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X