Makin Banyak Perempuan di Level Chief, tapi Mengapa Banyak Juga yang Terhambat di Level Menengah?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 November 2025 | 10:06 WIB
Ilustrasi: Hambatan karier perempuan terjadi pada level menengah, sehingga mereka sulit menempati posisi yang lebih tinggi. (Freepik)
Ilustrasi: Hambatan karier perempuan terjadi pada level menengah, sehingga mereka sulit menempati posisi yang lebih tinggi. (Freepik)

“Pelatihan bisa hilang efeknya seiring waktu. Jadi, penting untuk terus mengingatkan tim saat musim evaluasi atau perekrutan tiba,” ujarnya.

Dukungan bagi perempuan di industri yang didominasi laki-laki

Selain kebijakan yang adil, perusahaan juga perlu memberi ruang bagi perempuan di sektor-sektor seperti STEM, konstruksi, atau manufaktur, yang selama ini lebih banyak diisi pria.

Seorang pekerja perempuan profesional di industri kehutanan, mengatakan bahwa perempuan justru bisa membawa nilai tambah di bidang seperti ini.

Baca Juga: Untung-Rugi Memakai AI untuk Gantikan Kehadiran Mereka saat Meeting yang Sedang Tren di Pekerja Muda

“Karena cara komunikasi dan pendekatan perempuan bisa berbeda, dan itu sering menjadi kekuatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bekerja di industri yang tidak biasa untuk perempuan bisa sangat menyenangkan.

Jadi, pesannya sangat jelas, yaitu perempuan punya tempat dan potensi besar di setiap industri. Tantangannya bukan pada kemampuan mereka, tetapi pada sistem yang masih memprioritaskan pekerja pria.

Maka, sudah saatnya perusahaan menguraikan hambatan karier perempuan agar lebih banyak perempuan bisa naik dan memimpin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: HRDive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X