“Pelatihan bisa hilang efeknya seiring waktu. Jadi, penting untuk terus mengingatkan tim saat musim evaluasi atau perekrutan tiba,” ujarnya.
Dukungan bagi perempuan di industri yang didominasi laki-laki
Selain kebijakan yang adil, perusahaan juga perlu memberi ruang bagi perempuan di sektor-sektor seperti STEM, konstruksi, atau manufaktur, yang selama ini lebih banyak diisi pria.
Seorang pekerja perempuan profesional di industri kehutanan, mengatakan bahwa perempuan justru bisa membawa nilai tambah di bidang seperti ini.
Baca Juga: Untung-Rugi Memakai AI untuk Gantikan Kehadiran Mereka saat Meeting yang Sedang Tren di Pekerja Muda
“Karena cara komunikasi dan pendekatan perempuan bisa berbeda, dan itu sering menjadi kekuatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bekerja di industri yang tidak biasa untuk perempuan bisa sangat menyenangkan.
Jadi, pesannya sangat jelas, yaitu perempuan punya tempat dan potensi besar di setiap industri. Tantangannya bukan pada kemampuan mereka, tetapi pada sistem yang masih memprioritaskan pekerja pria.
Maka, sudah saatnya perusahaan menguraikan hambatan karier perempuan agar lebih banyak perempuan bisa naik dan memimpin.
Artikel Terkait
Jumlah Lowongan Kerja di AS Turun di Titik Terendah Sejak 2021, Saatnya Kamu Bergerak Lebih Smart!
Ini Dia, Kategori Pemohon Paspor yang Bisa Bikin Paspor tanpa Perlu Antre Online di M-Paspor
Google Membuka Posisi Associate Product Marketing Manager untuk Divisi Android di Jakarta
Danantara Optimistis Rencana Redenominasi Tidak Ganggu Dunia Usaha
5 Prinsip Membangun Kekayaan yang Jarang Diajarkan di Sekolah. Coba Ikuti, Yuk!
Adipati Dolken Enggan Meniru Akting Park Seo Jun Plek Ketiplek untuk 'What’s Up With Secretary Kim'
Jadi Produk SBN Terakhir Tahun Ini, ST015 Tawarkan Imbal Hasil Minimal 5,45%. Lebih Tinggi dari Deposito!