Makin Banyak Perempuan di Level Chief, tapi Mengapa Banyak Juga yang Terhambat di Level Menengah?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 November 2025 | 10:06 WIB
Ilustrasi: Hambatan karier perempuan terjadi pada level menengah, sehingga mereka sulit menempati posisi yang lebih tinggi. (Freepik)
Ilustrasi: Hambatan karier perempuan terjadi pada level menengah, sehingga mereka sulit menempati posisi yang lebih tinggi. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak perempuan yang berhasil menempati jabatan tinggi di dunia kerja.

Menurut laporan tahunan Women in the Workplace dari Lean In, jumlah perempuan di level Chief (C-suite) naik dari 17% pada 2015 menjadi 28% pada 2023. Selain itu, makin banyak perempuan yang menduduki jabatan vice president dan senior vice president (SVP).

Namun, para peneliti Lean In mengingatkan bahwa kemajuan ini masih “rapuh”. Meskipun ada peningkatan di posisi di level yang lebih tinggi, kemajuan perempuan di tingkat manajer dan direktur justru lebih lambat.

Baca Juga: Lagi Naik Daun, Benarkah Roti Sourdough Lebih Sehat?

Akibatnya, terbentuk celah di tengah “jalur karier” yang menghambat banyak perempuan untuk naik ke posisi lebih tinggi.

“Tangga karier yang rusak”

Menurut Caroline Fairchild, Editor-in-Chief Lean In, hambatan karier perempuan yang terbesar bukan di “langit-langit”, tetapi di tangga karier yang cenderung berpihak pada laki-laki. Hambatan itu muncul di langkah awal, mulai dari posisi pemula menuju manajer.

“Ini adalah titik paling sulit bagi perempuan untuk naik. Begitu banyak perempuan tertahan di sini,” kata Fairchild.

Data menunjukkan, untuk setiap 100 pria yang dipromosikan menjadi manajer, hanya 87 perempuan yang mendapat kesempatan sama.

Padahal, penelitian Lean In menemukan bahwa perempuan sebenarnya meminta promosi sama seringnya dengan pria, dan lebih jarang keluar dari pekerjaan. Jadi, bukan karena kurang usaha, tetapi karena memang ada kecenderungan semacam itu.

Baca Juga: Pilih Ordal untuk Menempati Jabatan Penting Tidak Selalu Buruk, Kadang Justru Ini yang Terbaik

Kecenderungan dalam promosi dan penilaian

Fairchild menjelaskan, kecenderungan tentang adanya hambatan karier perempuan tersebut tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata.

"Pria sering dipromosikan karena potensinya, sedangkan perempuan harus membuktikan diri lewat hasil kerja sebelumnya,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan perusahaan untuk lebih sadar terhadap kecenderungan ini. Salah satu caranya adalah dengan mengingatkan jangan sampai kecenderungan tersebut kembali terjadi menjelang proses rekrutmen dan penilaian kinerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: HRDive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X