- konteks sosial;
- niat pengguna;
- potensi bahaya;
- sensitivitas budaya.
LLM sering salah konteks, di sinilah peran AI Trainer yang akan memperbaikinya.
- Pengetahuan Etika AI dan Safety
Etika dan safety semakin penting karena model makin kuat. Oleh karena itu AI Trainer harus tahu:
- apa yang boleh / tidak boleh;
- bagaimana merespons permintaan berbahaya;
- keamanan informasi;
- pedoman bias dan fairness.
- Instruction Design
Ini keterampilan yang dibutuhkan untuk bisa membuat SOP atau task:
- instruksi harus jelas, eksplisit, tidak ambigu;
- memahami bagaimana manusia (dan AI) menafsirkan instruksi.
Baca Juga: Waspadai Shadow Leak! Ini Adalah Cara Artificial Intelligence Mencuri Data Dari Email Kamu.
- Kemampuan Penelitian Cepat (Fast Researching)
Dengan keterampilan/kemampuan ini, maka AI Trainer akan mampu:
- memvalidasi fakta;
- menemukan contoh berkualitas;
- membuat dataset yang akurat;
- memahami domain spesifik.
- Kolaborasi dengan Engineer
Mampu berkolaborasi dengan engineer IT itu bisa membuat seorang AI Trainer mampu:
- membaca deskripsi bug;
- membuat feedback yang dapat ditindaklanjuti;
- memberi contoh edge case;
- ikut dalam evaluasi A/B test model.
Tidak perlu bisa coding, tapi pemahaman dasar machine learning akan sangat membantu memahami “logika” mesin.
Latar Belakang Profesi
Latar belakang profesi/pekerjaan seorang AI Trainer itu tidak ada yang satu spesifik, namun lowongan OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan Scale AI, AI trainer akan sesuai dengan orang-orang yang berlatar belakang profesi/pekerjaan sebagai berikut:
- Jurnalis;
- Editor Bahasa;
- Penulis konten;
- Peneliti sosial;
- Linguist (ahli bahasa);
- Psikolog;
- Legal researcher;
- Data annotator berpengalaman;
- Technical writer;
- Educator / pengajar (sangat kuat dalam menjelaskan).
Nah, apakah kamu salah satu dari profesi di atas dan tertarik menjadi AI Trainer? ***
Artikel Terkait
Mengenal Profesi Video Game Designer: Seperti Apa Pekerjaan dan Tanggung Jawabnya?
AI Makin Canggih! Perkenalkan Centaur, Teknologi yang Bisa Menebak Pola Pikir Manusia
7 Cara Meningkatkan Keterampilan Storytelling Agar Komunikasi Menjadi Lebih Efektif
Belajar Kepemimpinan dari Mandela, Jobs, dan Bezos Bahwa Quit adalah Salah Satu Keterampilan Untuk Itu
Skill Data Entry Ternyata Jadi Keterampilan Dasar untuk Banyak Posisi di Perusahaan Teknologi
Journalist Development Program Batch 25 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas Jadi Jurnalis Profesional di Metro TV