Pejuangkantoran.com – Menurut data dari Badan Pusat Statistik, ada sekitar 35,6 persen pekerja di Indonesia mengalami vertical mismatch antara pendidikan dan pekerjaan.
Dari angka tersebut yang paling besar adalah overeducated atau overqualified. Sekitar 22,36 persen, di mana pendidikan atau kualifikasi pekerja ini lebih tinggi dari requirement pekerjaan.
Sisanya, 13 persen underqualified atau undereducated, pendidikan di bawah persyaratan.
Tentu saja mismatch seperti ini bukannya tanpa risiko atau konsekuensi. Ada risiko dan konsekuensi di level individu dan organisasi.
Misal, pekerja yang overqualified bisa berpotensi stagnasi karier, kompetensi tidak terpakai, menurunnya motivasi yang bersangkutan, dan sebagainya.
Sementara yang underqualified bisa terjadi stres karena ada gap kompetensi, job insecurity, sulit pindah ke pekerjaan yang setara terutama yang ke lebih tinggi, dan bahkan bisa mengundang risiko yang fatal untuk bidang pekerjaan tertentu.
Di level organisasi, hal tersebut bisa menyebabkan produktivitas menuru hingga tingkat turnover yang tinggi.
Baca Juga: Jangan Putus Asa Kalau Kamu Termasuk Pekerja Overqualified, Berikut 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan!
Tentu saja kita wajib mendiagnosis apakah pekerjaan kita mismatch atau tidak. Berikut ini 10 langkah self diagnosis berbasis refleksi terukur dan bukan perasaan sesaat:
LANGKAH 1: Klarifikasi Peran Nyata (Actual Job, bukan Job Title)
Tujuan: membedakan antara jabatan formal dan pekerjaan yang benar-benar dikerjakan.
Tulis secara jujur:
- aktivitas harian utama;
- keputusan apa yang boleh kamu ambil;
- output yang dinilai atasan
- skill apa yang benar-benar dipakai setiap minggu
Red flag mismatch:
- pekerjaan sangat rutin dan repetitive;
- otonomi rendah;
- output tidak menuntut analisis atau judgment;
LANGKAH 2: Pemetaan Kompetensi Pribadi
Artikel Terkait
Cara Melamar Pekerjaan Kalau Usiamu di Atas 40, Agar Tidak Dianggap Overqualified dan Gajinya Ketinggian
Apa yang Dimaksud Skill Set, yang Sering Dituntut dalam Kualifikasi Suatu Lowongan Pekerjaan?
Jenuh dengan Pekerjaan Sekarang? Solusinya adalah Pivot dengan Tetap Memerhatikan Hal-hal Berikut!
7 Manfaat "Nggak Mikirin" Pekerjaan Usai Jam Kantor yang Wajib Diketahui dari Bawahan Hingga Bos
Tabungan Karier atau Career Capital Penting Sekali di Era dengan Perubahan Teknologi yang Sangat Cepat Ini
Strategi Membuat Career Capital atau Tabungan Karier Kamu Liquid atau Mudah Dijual