Namun, bukan berarti kita harus memendam semuanya sendirian. Gail Matthews, profesor psikologi dari Dominican University, menemukan bahwa menuliskan tujuan saja sudah meningkatkan peluang pencapaian hingga 42 persen.
Dalam penelitian terpisah tersebut, ia juga mendapati bahwa berbagi tujuan tetap bisa bermanfaat, asalkan dilakukan dengan tepat.
Baca Juga: Prevalensi GERD di Indonesia Cukup Tinggi, Benarkah Stres merupakan Pemicu Utamanya?
"Peserta yang membagikan komitmen atau target mereka kepada seorang teman terbukti mencapai hasil yang jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.
"Selain itu, mereka yang rutin memberikan laporan perkembangan mingguan kepada temannya tersebut mencatatkan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi lagi," jelas Matthews.
Artinya, bukan soal sharing atau tidak, tetapi kepada siapa kita berbagi. Sampaikan kepada teman yang memang peduli pada kamu dan bisa memberikan dukungan buat kamu.
Mengumumkan tujuan ke semua orang sering kali hanya memberi kita dorongan dopamin sesaat dari pujian dan dukungan. Sayangnya, dorongan ini bisa membuat kita merasa sudah “cukup berhasil” sebelum benar-benar berusaha.
Hal ini juga relevan bagi pemula. Saat mencoba hal baru, terlalu banyak pendapat, kritik, atau komentar negatif bisa membuat kita kehilangan keberanian meski belum mulai mencobanya.
Penelitian dari profesor Ayelet Fishbach di University of Chicago menunjukkan bahwa umpan balik positif dari teman yang kita beritahu goals kita bisa berdampak berbeda.
Jika dianggap sebagai tanda komitmen, motivasi meningkat. Tetapi kalau dianggap sebagai tanda kemajuan, motivasi justru bisa menurun.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Pasang Badge 'Open to Work' di LinkedIn, Warga: 'Sanggup Bayar Gajinya, Nggak?'
Mungkin kita pun pernah mengalaminya. Dengan semangat, kita menceritakan salah satu rencana besar, entah mau buka usaha, belajar bahasa baru, atau tawaran pekerjaan, lalu semangat itu hilang beberapa hari kemudian.
Ternyata, pujian dan respons antusias itulah yang tanpa sadar menguras motivasi kita. Berbeda halnya jika kita berbagi dengan satu atau dua orang yang tepat, yang benar-benar mendukung dan bisa memberi akuntabilitas.
Merahasiakan salah satu rencana pribadi itu bukan berarti menutup diri, kok. Kita hanya menahan sementara keinginan untuk mengumumkannya ke publik. Simpan energinya untuk mencapai tujuan itu lebih dulu.
Artikel Terkait
5 Alasan Mengapa "Gas Pol" Kerja di Pagi Hari Cocok Buat Pekerja Kantoran Seperti Kamu
Ketika Kepala Rasanya Mau Pecah dan Hang, Waspadai Kamu Mengalami Cognitive Overload
Pilih Baju Warna Ini Buat Ngantor, Biar Nggak Jadi Fashion Disaster dan Kurang Update Tren
7 Tempat yang Lebih Aman untuk Menyimpan Kunci Cadangan Kalau Kamu Tak di Rumah
Cara Ampuh Menghilangkan Noda Makeup dari Kemeja Putih
BIsakah Sepatu Lari untuk Jalan Kaki dan Sebaliknya? Cek Dulu Fakta-Fakta Berikut Ini!
Mengapa Kopi Decaf Pilihan Paling Aman Bagi Kamu yang Punya Masalah Lambung dan Jantung Berdebar?