Alasan Mengapa Kamu Nggak Usah Bilang-bilang Dulu kalau Punya Rencana atau Goals Tertentu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Januari 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi: Ada satu hal yang sebaiknya tidak diumumkan dulu pada orang lain, yaitu tujuan atau rencana pribadi kamu. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Ada satu hal yang sebaiknya tidak diumumkan dulu pada orang lain, yaitu tujuan atau rencana pribadi kamu. (Freepik/Rawpixel)

Namun, bukan berarti kita harus memendam semuanya sendirian. Gail Matthews, profesor psikologi dari Dominican University, menemukan bahwa menuliskan tujuan saja sudah meningkatkan peluang pencapaian hingga 42 persen.

Dalam penelitian terpisah tersebut, ia juga mendapati bahwa berbagi tujuan tetap bisa bermanfaat, asalkan dilakukan dengan tepat.

Baca Juga: Prevalensi GERD di Indonesia Cukup Tinggi, Benarkah Stres merupakan Pemicu Utamanya?

"Peserta yang membagikan komitmen atau target mereka kepada seorang teman terbukti mencapai hasil yang jauh lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

"Selain itu, mereka yang rutin memberikan laporan perkembangan mingguan kepada temannya tersebut mencatatkan tingkat keberhasilan yang jauh lebih tinggi lagi," jelas Matthews.

Artinya, bukan soal sharing atau tidak, tetapi kepada siapa kita berbagi. Sampaikan kepada teman yang memang peduli pada kamu dan bisa memberikan dukungan buat kamu.

Mengumumkan tujuan ke semua orang sering kali hanya memberi kita dorongan dopamin sesaat dari pujian dan dukungan. Sayangnya, dorongan ini bisa membuat kita merasa sudah “cukup berhasil” sebelum benar-benar berusaha.

Hal ini juga relevan bagi pemula. Saat mencoba hal baru, terlalu banyak pendapat, kritik, atau komentar negatif bisa membuat kita kehilangan keberanian meski belum mulai mencobanya.

Penelitian dari profesor Ayelet Fishbach di University of Chicago menunjukkan bahwa umpan balik positif dari teman yang kita beritahu goals kita bisa berdampak berbeda.

Jika dianggap sebagai tanda komitmen, motivasi meningkat. Tetapi kalau dianggap sebagai tanda kemajuan, motivasi justru bisa menurun.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Pasang Badge 'Open to Work' di LinkedIn, Warga: 'Sanggup Bayar Gajinya, Nggak?'

Mungkin kita pun pernah mengalaminya. Dengan semangat, kita menceritakan salah satu rencana besar, entah mau buka usaha, belajar bahasa baru, atau tawaran pekerjaan, lalu semangat itu hilang beberapa hari kemudian.

Ternyata, pujian dan respons antusias itulah yang tanpa sadar menguras motivasi kita. Berbeda halnya jika kita berbagi dengan satu atau dua orang yang tepat, yang benar-benar mendukung dan bisa memberi akuntabilitas.

Merahasiakan salah satu rencana pribadi itu bukan berarti menutup diri, kok. Kita hanya menahan sementara keinginan untuk mengumumkannya ke publik. Simpan energinya untuk mencapai tujuan itu lebih dulu. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Upworthy, Full Focus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X