Elon Musk Sarankan untuk Tidak Mengandalkan CV Saja saat Merekrut Karyawan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 15 Februari 2026 | 11:27 WIB
Elon Musk menyarankan untuk tidak mengandalkan CV saat merekrut karyawan. (Instagram @elonmusk.og)
Elon Musk menyarankan untuk tidak mengandalkan CV saat merekrut karyawan. (Instagram @elonmusk.og)

PejuangKantoran.com - Sukses menjalankan lima perusahaan dengan total 200.000 karyawan tentu bukan hal yang mudah. Bagi Elon Musk, tantangan sudah dimulai sejak proses rekrutmen.

Musk dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang super detail. Ia pernah bercanda menyebut dirinya melakukan “nanomanagement”, bukan sekadar micromanagement.

Di masa-masa awal membangun SpaceX, ia mengaku mewawancarai sendiri ribuan karyawan pertama. Setelah jumlahnya makin besar, cara itu tentunya tidak memungkinkan lagi.

Baca Juga: Buat Fresh Graduate, Nih Lowongan Kerja Creative Studio Assistant di Howel and Co Indonesia!

Sekarang, ia lebih mengandalkan timnya untuk mencari kandidat dengan faktor “wow”. Dalam percakapannya bersama pendiri Stripe, John Collison, dan podcaster teknologi Dwarkesh Patel, Musk membagikan prinsip yang menurutnya penting saat merekrut: jangan terlalu terpaku pada CV.

"Biasanya, yang saya bilang ke orang-orang, dan saya jadikan prinsip buat diri sendiri juga adalah, jangan cuma terpaku sama CV.

"Percaya saja dengan hasil interview saat bertemu langsung. CV mungkin kelihatannya mentereng banget, tapi kalau setelah 20 menit ngobrol rasanya nggak bikin kita bilang 'Wow', ya lebih baik percaya sama hasil interaksinya, bukan sama apa yang tertulis di atas kertas," jelasnya.

Terjebak pixie dust

Pendekatan ini, katanya, cukup berhasil. Di Tesla, jajaran pimpinan senior rata-rata sudah bertahan 10 sampai 12 tahun. Meski begitu, ia juga mengakui ada masa ketika posisi eksekutif lebih sering berganti, terutama saat perusahaan tumbuh sangat cepat.

Ada periode ketika perusahaan seperti Apple secara agresif merekrut karyawan Tesla. Tahun 2018 saja, Apple disebut merekrut puluhan mantan karyawan Tesla untuk proyek mobil listriknya yang kini sudah dihentikan.

Baca Juga: Penukaran Uang Baru untuk Angpao Lebaran Sudah Dibuka di Bank Indonesia, Simak Cara Pesannya!

Tawaran gaji bahkan bisa dua kali lipat lebih tinggi. Di Silicon Valley, pindah kerja memang relatif gampang, tanpa perlu pindah kota atau mengubah gaya hidup secara drastis.

Saat itu muncul anggapan bahwa karyawan Tesla punya semacam “pixie dust”, yang artinya kurang lebih resep ajaib yang bikin perusahaan sukses. Musk mengakui, ia pun pernah membuat kesalahan yang sama.

"Saya juga pernah terjebak sama pemikiran 'ajaib' itu, yang seolah-olah mikir, 'Kalau kita rekrut orang dari Google atau Apple, mereka otomatis bakal langsung sukses,'" katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X