Perusahaan bisa menilai faktor-faktor ini melalui berbagai cara, mulai dari survei, wawancara, hingga performance review yang menunjukkan keterlibatan serta kemampuan adaptasi karyawan.
Ciri orang dengan AQ rendah atau tinggi
Orang dengan AQ rendah biasanya tidak mau terlihat tidak mengerti atau gagal. Mereka juga menghindari tantangan karena itu akan membongkar kelemahan mereka, dan cenderung menyerah kalau situasi jadi sulit.
Sebaliknya, orang dengan AQ tinggi umumnya berfokus pada perkembangan. Mereka bersedia menerima tantangan, gigih dalam mengerahkan upaya menuju hasil yang belum diketahui,
serta mau mengalami kesalahan atau kegagalan demi pembelajaran dan pertumbuhan.
Baca Juga: Latihan Wall Sit Sangat Bermanfaat Bagi Pelari yang Peduli Dengan Lututnya
Agility Quotient pada dasarnya bukan sekadar tren metrik, melainkan alat vital agar perusahaan tetap kompetitif. Dengan memahami dan meningkatkan AQ, perusahaan bukan hanya bertahan, tapi justru berkembang di era perubahan konstan.
Di saat AI terus mentransformasi industri, mereka yang memprioritaskan kemampuan beradaptasi bakal lebih unggul dibanding yang lain. Tetapi kalau kamu mampu memperbaiki AQ kamu hari ini, itu akan menjadi bekal untuk keberhasilanmu dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Spanyol Resmi Luncurkan Visa Digital Nomad: Kesempatan Emas Bagi Remote Worker Global
Bank Vatican Masuk Dunia Pasar Saham, Rilis Indeks Investasi Berprinsip Katolik
Lowongan Kerja Jadi Tim Creative /Editor untuk Kerja Bareng Nanakoot, Siapa Minat?
Siap-siap Nikmati 'Na Willa', Film Lebaran yang Menggabungkan Live-Action, Animasi dan Musikal
Profesi dan Keahlian Teknis yang Bisa Menentukan Adanya Hilal atau Bulan Baru
Terungkap, Alasan Sebenarnya Tidak Boleh Meminjamkan Uang pada Hari Pertama Imlek
Bukan Ngisi TTS atau Main Game, Ini Jenis Kegiatan yang Bikin Otak Tajam sampai Tua!