PejuangKantoran.com - Ada banyak alasan mengapa orang berhenti kerja kantoran, dan baru bertahun-tahun kemudian memutuskan kembali bekerja setelah career break. Alasan paling umum mungkin, karena ingin mengasuh anak dulu. Bisa juga karena mau buka usaha dulu.
Tetapi waktu mau memperbarui CV setelah rehat panjang itu, kok tiba-tiba jadi minder, ya? Bukan cuma karena industri sudah bergerak secepat kilat, tapi juga karena hidup kita pun tidak berhenti berputar selama masa jeda tersebut.
Sebenarnya ini perasaan yang valid, dan umumnya dirasakan oleh mereka yang kembali bekerja. Apalagi, menyadari teman-teman kamu sudah naik jabatan dan gajinya pasti sudah lebih tinggi.
Baca Juga: Anthropic Rilis 10 Profesi Paling Terpapar AI, tapi Mengapa Hal Ini Tak Perlu Dikhawatirkan?
Namun, kembali bekerja bukan berarti kamu harus mulai dari nol dengan rasa rendah diri. Kunci mendapat pekerjaan adalah memikirkan apa harapan kamu dengan bekerja lagi, dan menyusun rencana karier yang sesuai dengan ambisi sekaligus tanggung jawab kamu saat ini.
Berikut adalah kesalahan saat memutuskan kembali bekerja setelah rehat panjang, dan bagaimana mengantisipasinya.
Lupa menjual skill kamu
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah terlalu sibuk menjelaskan mengapa kamu berhenti bekerja, tapi lupa menonjolkan apa yang bisa kamu lakukan sekarang.
Keraguan sering bikin kamu merasa nggak relevan lagi, padahal pemberi kerja hanya memikirkan satu hal, "Bisakah kamu melakukan pekerjaannya dan seberapa cepat kamu bisa berkontribusi?".
Anggap masa career break kamu sebagai periode pertumbuhan. Kalau selama ini kamu sibuk mengurus rumah tangga dan mengantar anak sekolah, sebenarnya kamu sedang mengasah kemampuan planning dan stakeholder management.
Baca Juga: Universal Pictures bakal Garap Film Biopik Bon Jovi, Band Legendaris asal New Jersey
Mengatasi kebutuhan keluarga yang mendadak juga bisa jadi bukti kemampuan problem-solving dan ketenangan di bawah tekanan. Fokus saja pada hasil yang pernah kamu capai, dan tunjukkan bagaimana pencapaian itu relevan dengan posisi yang kamu lamar sekarang.
Merasa tertinggal dari yang lain
Industri berubah dan teknologi AI sekarang ada di mana-mana. Duh, rasanya banyak banget yang harus dikejar. Daripada mencoba mempelajari semuanya sekaligus, gunakan pendekatan yang berorientasi pada pekerjaan (job-led).
Pelajari deskripsi pekerjaan dari posisi yang kamu inginkan. Lihat tools atau sertifikasi apa yang sering muncul, karena itulah yang harus menjadi prioritas kamu.
Artikel Terkait
Risiko Aksi Mogok Awak Kabin Lufthansa Meningkat setelah Serikat Pekerja Tolak Perubahan Jam Kerja
Grab Salurkan Bonus Hari Raya 2026 untuk 400 Ribu Mitra Pengemudi
Siapkan Bekal Berikut Ini Agar Tetap Konsentrasi Selama Mengemudi Mobil Ketika Mudik Lebaran!
Thailand Terapkan Kebijakan Hemat Energi, PNS Diminta Work From Home
Emirates Buka Lowongan Kerja Pramugari, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
Batas Waktu Lapor SPT 2026 Berpotensi Diperpanjang, Ini Pertimbangan DJP
Lowongan 3 Posisi Manajerial untuk Eiger Adventure Land di Bogor Jawa Barat