Waktu itu, istilah ini dipakai untuk menggambarkan reaksi seorang pengemudi saat berulang kali diberi lampu dim oleh pengendara lain yang mau menyalip.
Meski sudah 23 tahun berlalu, intinya tetap sama. Itu gangguan yang sengaja dibuat untuk memicu reaksi negatif.
Dari iseng jadi industri
Sekarang, rage bait sudah jadi bahan bakar bagi banyak kreator bahkan jaringan media besar. Karena kemarahan ternyata efektif banget buat mendulang klik, muncul praktik yang lebih ekstrem yang disebut "rage-farming".
Strateginya bukan cuma sekali posting, tapi upaya sistematis untuk memanipulasi emosi orang dengan menyebarkan misinformasi atau teori konspirasi secara terus-menerus.
Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Mengubah Nama pada Alamat Gmail tanpa Kehilangan Akses ke Inbox Lama
Casper Grathwohl, Presiden Oxford Languages, menilai populernya istilah ini adalah cerminan dari kegelisahan kita di tahun 2025. Kita jadi sering bertanya-tanya, siapa diri kita sebenarnya saat berada di depan layar.
“Fakta bahwa kata rage bait itu ada dan mengalami lonjakan penggunaan yang drastis berarti kita semakin sadar akan taktik manipulasi yang bisa menjebak kita di dunia maya,” ujar Grathwohl.
Dulu, internet mungkin cuma berusaha mencuri perhatian kita lewat rasa penasaran supaya kita mau mengeklik sesuatu. Tapi sekarang, polanya sudah berubah menjadi pembajakan emosi. Kita tidak lagi diajak untuk sekadar tahu, tapi dipaksa untuk merasa marah.
Dengan terpilihnya rage bait sebagai kata tahun ini, harapannya kita jadi lebih sadar saat jempol sudah siap untuk "menyerang" sebuah postingan. Kadang, respons terbaik untuk konten yang menyebalkan bukanlah komentar panjang lebar, melainkan cukup melewatinya begitu saja.
Jangan biarkan emosi kita jadi ladang keuntungan bagi orang lain.
Artikel Terkait
Proposal Baru Ancam Industri Hotel New York: Biaya Naik, Lapangan Kerja Tertekan Terancam PHK
4 Fase yang Dibutuhkan Seorang Video Editor Entry Level Agar Bisa Mencapai Level Tertinggi Sebagai Creative Partner
7 Teknik Pernapasan yang Wajib Kamu Praktikkan Agar Performa Larimu Meningkat!
Jadwal Misa Jumat Agung 2026 di DKI Jakarta, Lengkap dari Pusat hingga Selatan
Mandi Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ahli
WFH Tapi Harus Gercep: ASN Wajib Balas Pesan di Bawah 5 Menit
7 Pola Kalimat Persuasif yang Bisa Membuat Negosiasimu Menjadi Lebih Kuat dan Meyakinkan!