Contoh: “Anda mau paket Basic atau Premium?”
2. Dalam dunia kerja: Karyawan diarahkan untuk menyelesaikan tugasnya tidak boleh tidak, hanya diberi pilihan waktunya.
Contoh: “Kita selesaikan laporan hari ini atau besok pagi?”
Mengapa Bounded Choice Efektif?
Secara psikologis, teknik ini dapat berhasik karena pada prinsipnya bisa:
- Mengurangi beban kognitif: Otak manusia cenderung lebih mudah memilih dari sedikit opsi dibanding banyak (prinsip choice overload).
- Memberi ilusi control: Ketika “kena” bounded choice, orang akan merasa dihargai dan tidak dipaksa, psebadaenarnya hal arah keputusan sudah dikendalikan.
- Meningkatkan kemungkinan “yes”
Dalam teori persuasi, bounded choice ini mirip dengan teknik assumptive close (mengasumsikan keputusan sudah terjadi) dan framing effect dalam Behavioral Economics.
Perbedaan dengan Manipulasi
Bounded choice terkadang disalahpahami sebagai perilaku manipulatif, padahal keduanya sangat berbeda. Bounded choice itu transparan dengan opsi tetap rasional serta menghormati keputusan.
Sedang manipulative itu menyembunyikan konsekuensi dengan opsi yang bisa dan bisa menjebak serta menekan secara psikologi.
Kunci supaya kamu bisa membedakan keduanya adalah saat semua opsi adil dan tidak merugikan, maka ini persuasif. Namun ketika opsi dibuat untuk “menjebak” atau merugikan, maka itu manipulatif.
Risiko Penggunaan
Ada risiko ketika bounded choice ini digunakan berlebihan. Orang yang kena bounded choice bisa merasa dikendalikan sehingga memicuk rasa percaya orang yang diberi bounded choice terhadap pemberi bounded choice.
Artikel Terkait
Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
7 Keterampilan Yang Harus Kamu Asah Terus Untuk Tingkatkan Kemampuan Negosiasi
7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya
Rahasia Mengajukan Pertanyaan yang Tepat di Tempat Kerja, Termasuk saat Rapat dan Negosiasi
6 Cara Mengarahkan Si Manipulatif Menjadi Negosiatif Supaya Kerja Tim Optimal
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!