PejuangKantoran.com - Di-ghosting dalam proses wawancara kerja ternyata bukan cuma dialami pelamar. Fenomena menghilang tanpa kabar ini juga makin sering dialami rekruter atau staf talent acquisition yang menanti kehadiran kandidat untuk interview.
Bayangkan situasinya. Kamu sudah meluangkan waktu untuk riset profil kandidat, membaca portofolionya dengan cermat, dan menyiapkan pertanyaan supaya obrolannya lebih bermakna.
Namun di jam yang sudah ditentukan, kandidat tidak muncul. Tidak ada email, tidak ada pesan Whatsapp, ataupun telepon. Rasanya campur aduk antara kesal dan bingung.
Baca Juga: Percaya Nggak Percaya, 3 Tema Lirik Lagu Ini Bisa Menggambarkan Seberapa Cerdas Seseorang
Dr. Diane Hamilton, seorang pakar perilaku bisnis, pernah mengalami hal serupa saat mengelola acara radionya.
“Frustrasi sekali ketika seseorang membatalkan janji karena saya sudah menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku tamu, menonton video mereka, mempelajari latar belakang mereka, dan menyusun pertanyaan agar percakapan itu sepadan dengan waktu mereka dan waktu saya,” ujarnya.
Masalahnya, yang hilang bukan cuma waktu satu jam untuk wawancara itu saja. Ada hal lain yang juga dikorbankan.
Kenapa hal ini dinormalisasi?
Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa sekarang orang gampang sekali menghilang? Jawabannya ada pada kemudahan teknologi.
Sekarang, melamar pekerjaan atau mengatur jadwal pertemuan semudah menjentikkan jari. Saking mudahnya, orang jadi merasa enteng untuk meninggalkan apa yang sudah mereka mulai.
Baca Juga: Jadi Polisi Jujur di Film 'Meja Tanpa Laci', Bentuk Penghormatan Daffa Wardhana pada Sang Kakek
Kemudian, ada semacam keinginan balas dendam juga di sini. Karena banyak pelamar yang merasa pernah diabaikan oleh perusahaan, mereka merasa tidak punya kewajiban untuk memberitahukan ketidakhadiran mereka sekarang.
Akhirnya, ekspektasi semua orang jadi rendah. Kita semua jadi terbiasa dengan sikap tidak profesional.
Dari sini, ada beberapa poin inti kenapa masalah ini harus kita perhatikan serius:
Tidak bisa menganggap tidak terjadi apa-apa. Saat kita menyiapkan wawancara, kita tidak hanya menyiapkan jadwal di kalender. Kita sedang membangun fokus dan energi. Saat orangnya tidak muncul, sulit untuk langsung pindah ke tugas-tugas lain seolah tidak terjadi apa-apa.
Artikel Terkait
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan
Bounded Choice Itu Bukan Manipulatif dan Bisa Membuat Kerja Tim Menjadi Lebih Efektif
Ini Daftar Negara Paling Sopan di Dunia! Tak Ada Indonesia di Daftarnya
Apakah Kentang Baik untuk Kesehatan? Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Keluarga Bruce Willis Akan Donasikan Otaknya untuk Penelitian Ilmiah
Bisakah Menggugat Rekan Kerja yang Menularkan Penyakit? Ini Penjelasan Hukumnya
6 Bank Tutup hingga April 2026 akibat Izin Usaha Dicabut, Satu Berlokasi di Jakarta