Rela Kerja sampai Weekend Itu Bukan Tanda Ambisius, Ingat Juga Dampaknya buat Fisik dan Mental!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi: Orang yang rela bekerja saat weekend bukan tanda bahwa ia ambisius atau berdedikasi, lho! (Freepik)
Ilustrasi: Orang yang rela bekerja saat weekend bukan tanda bahwa ia ambisius atau berdedikasi, lho! (Freepik)

Bukan cuma itu, sebuah studi dari Marianna Virtanen, Finnish Institute of Occupational Health, menemukan bahwa orang yang bekerja terlalu lama punya risiko 12% lebih tinggi untuk menjadi peminum berat.

"Kalau kamu tidak punya batasan yang jelas kapan awal dan akhir minggu, jadwalmu bakal terasa seperti satu minggu kerja yang panjang dan tidak ada habisnya. Ini bisa jadi masalah besar," kata Jonathan Alpert, psikoterapis di New York City yang juga penulis buku Be Fearless.

"Semua orang butuh waktu untuk reset, mengisi ulang energi, dan membereskan urusan pribadi yang sempat tertunda," tambahnya. Artinya jelas, kita harus punya kehidupan di luar pekerjaan!

Selain fisik, kesehatan mental juga jadi taruhannya. Membawa pekerjaan ke rumah hanya akan menambah stres yang sudah ada. Bawa-bawa pekerjaan ke rumah juga bisa merusak rencana yang sudah kamu buat bersama teman-teman atau keluarga.

Lama-lama, kebiasaan bekerja saat weekend itu bisa menjauhkan hubungan kita dari orang-orang terdekat.

Ingat, pikiran kita butuh waktu untuk beristirahat dan dijauhkan dari urusan kantor. Kalau pekerjaan yang melelahkan itu dibawa pulang, proses pemulihan tubuh dan mental kita akan terhambat.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: usnews.com, Siliconcanals.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X