Analisis ini biasanya dilakukan secara tim dan tidak harus selalu tepat 5 kali. Yang penting adalah ditelusuri sampai ketemu akar masalahnya.
Paling Efektif Digunakan Pada Apa?
Secara prinsip, 5 Why Analysis bersifat lintas sektor, bukan milik satu bidang tertentu. Namun, efektivitasnya paling tinggi pada pekerjaan yang memiliki proses berulang, terukur, dan dapat diobservasi secara langsung, seperti contoh di atas.
Dalam siklus DMAIC (Define–Measure–Analyze–Improve–Control), 5 Why Analysis ini adalah ada di fase Analyse.
5 Why Analysis ini bukannya tanpa kekurangan/keterbatasan. Analisis model ini sangat tergantung pada kualitas pertanyaan dan diskusi dalam tim. Jawaban bisa bias jika tidak didasari dengan data yang valid.
Baca Juga: Problem Solving, Salah Satu Modal IT Analyst untuk Menjembatani Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknis
Dan, analisis model ini tidak cocok digunakan untuk menyelesaikan masalah yang kompkeks dengan multi-variabel. Untuk itu perlu dikombinasikan dengan tools lain seperti Fishbone Diagram.
Catatan penting dalam mengaplikasikan 5 Why Analysis adalah:
- Gunakan data sebagai dasar setiap jawaban “why”.
- Hindari jawaban yang terlalu cepat menyimpulkan.
- Validasi setiap level penyebab sebelum lanjut ke “why” berikutnya.
***
Artikel Terkait
Auditor, Pekerjaan yang Cocok untuk Si Paling Detail dan Punya Keterampilan Analisis Data
Seorang Manajer Wajib Memahami 10 Tipe Kepribadian Karyawan Ini Agar Kerja Tim Menjadi Efektif
Punya Keterampilan Analisis Itu Sangat Penting. Berikut Ini 10 Cara Meningkatkan Keterampilan Tersebut!
Rahasia Kerja Tim yang Hebat: Mampu Bicara dengan Bahasa yang Tepat untuk Tiap Anggota
Selesaikan Masalah Harian Tugasmu dengan Quick Win Karena 5 Prinsip Berikut Ini!
Perbedaan Bos dan Leader, dari Cara Berkomunikasi hingga Mengambil Keputusan yang Lebih Disukai Tim