- Hargai proses belajar, bukan hanya hasil akhir
Misalnya terdapat dua karyawan, karyawan A mencapai target dengan cara lama sedangkan karyawan B belum sepenuhnya mencapai target, tetapi berhasil mengembangkan metode atau cara baru dalam menyelesaikan tugas.
Organisasi tetap perlu mengakui kontribusi pembelajaran dari karyawan B, meskipun hasil akhirnya belum maksimal.
- Masukkan growth mindset ke dalam sistem SDM
Growth mindset akan lebih kuat jika tercermin dalam proses formal, seperti:
- indikator pengembangan kompetensi dalam penilaian kinerja,
- rencana pembelajaran individu (Individual Development Plan),
- mentoring sebagai bagian dari pengembangan karier,
- penghargaan bagi kolaborasi dan berbagi pengetahuan.
Dengan demikian, perilaku belajar menjadi bagian dari cara organisasi bekerja, bukan sekadar nilai yang dikampanyekan. ***
Artikel Terkait
3 Keterampilan untuk Jadi Management Trainee, agar Lolos Pelatihan Bisa Langsung Jadi Manajer!
Meski Sama-Sama Meningkatkan Keterampilan, Ada Perbedaan Mendasar Antara Magang dengan On The Job Training
Tanggung Jawab SDM Nggak Cuma Rekrut Karyawan, Ini Tantangan yang Sering Dihadapi Divisi HR
Belajar dari Kesuksesan CEO Apple Tim Cook dan CEO Microsoft Satya Nadella, Dari Project Manager Menjadi CEO!
Apa Perbedaan Mentorship dan Sponsorship Dalam Karier? Mana yang Lebih Penting?
Green Flag Company Ini Dua Syarat Perusahaan di Indonesia Agar Menarik Gen Z Buat Bekerja di Sana