PejuangKantoran.com - Saat mencari kerja, kita sering terlalu lama memikirkan tampilan CV. Apakah harus dibuat dua kolom yang rapi, pakai grafis yang estetik, atau serahkan sepenuhnya saja ke AI?
Sebuah riset menarik dilakukan oleh platform karier KickResume. Sepanjang kuartal kedua tahun 2026, mereka mengirimkan 204 lamaran kerja asli ke berbagai perusahaan. Tujuannya untuk mengetahui, format CV seperti apa yang paling sering mendapat panggilan wawancara.
Hasilnya justru mengejutkan. Format CV yang paling berpeluang diproses hingga interview adalah yang paling sederhana. Yaitu, yang ditulis oleh manusia dalam format satu kolom polos.
Baca Juga: Samsung Satu-Satunya Merek HP yang Tumbuh di Asia Tenggara pada Q2, HP Murah Makin Sepi!
Efektivitas desain CV dalam lamaran kerja
Dalam eksperimen ini, Kickresume menguji empat versi CV yang dikirimkan ke 51 posisi berbeda untuk setiap jenisnya. Lowongan yang diincar berfokus pada bidang layanan pelanggan (customer service) dan perwakilan penjualan (sales).
Berikut adalah tingkat keberhasilan (response rate) dari masing-masing format CV yang diuji:
CV buatan manusia (1 kolom polos): 31%
CV buatan AI (disesuaikan dengan loker): 18%
CV buatan manusia (2 kolom/pakai sidebar): 12%
CV buatan AI (generik/tanpa editan): 10%
Dari total 204 lamaran yang dikirim, ada 36 lamaran yang mendapat respons positif berupa undangan wawancara atau panggilan screening. Dalam hal ini, kecocokan kualifikasi jadi kunci utamanya.
Sebanyak 30 dari 36 panggilan interview tersebut datang dari posisi yang memang sangat sesuai dengan keahlian sang pelamar.
Baca Juga: 6 Cara Mencari Pekerjaan Baru yang Lebih Efektif ketimbang 'Doomjobbing' Berjam-jam
Mengapa format CV satu kolom polos lebih berpeluang mendapat panggilan?
Banyak orang mengira CV dua kolom dengan sidebar keren untuk menaruh foto dan daftar keahlian terlihat lebih profesional. Faktanya, format seperti ini kurang efektif untuk sistem rekrutmen modern.
"Desain satu kolom yang bersih sangat mendominasi, salah satunya karena format ini paling mudah dibaca oleh sistem ATS (Applicant Tracking System)," ungkap CEO dan Co-founder Kickresume, Peter Duris.
Sistem ATS yang digunakan mayoritas perusahaan sering kali tidak bisa mendeteksi CV berkolom ganda atau banyak grafisnya. Akibatnya, informasi yang penting-penting malah tidak terbaca oleh sistem sebelum sempat dilihat oleh perekrut.
Artikel Terkait
Harpitnas Ternyata Bukan Hari Libur Resmi, Ini Sejarah dan Asal-usul Istilah “Hari Kejepit Nasional”
British Embassy Jakarta Buka Lowongan Kerja Buat Sarjana Ekonomi, Gaji Rp26,8 Juta per Bulan
Mau Cuti Akhir Tahun Tapi Malas Urus Visa? Cek Ranking Paspor Indonesia dan Daftar Destinasi Bebas Masuk Ini!
Sekarang, Karyawan Mengubah Profil LinkedIn dengan Mengganti Skill dengan Istilah-istilah AI
Sungai Barito Turun Permukaan Airnya Punya Konsekuensi yang Serius. Separah Apa?
Smokejumper Adalah Petugas Pemdaam Kebakaran yang Diterjunkan Dari Pesawat. Negara Mana yang Pertama Kali Punya?
Kerja Selalu On Point Tapi Kok Karier Jalan di Tempat? Mungkin Ini 5 Kesalahan yang Sering Tidak Disadari