Contoh Jawaban Ketika Ditanya Soal Ekspektasi Gaji Saat Interview Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 7 Januari 2023 | 16:10 WIB
Ilustrasi: Pertanyaan tentang ekspektasi gaji saat interview kerja ini untuk mengetahui berapa standar gaji kamu. (Freepik)
Ilustrasi: Pertanyaan tentang ekspektasi gaji saat interview kerja ini untuk mengetahui berapa standar gaji kamu. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Jika kamu sedang mencari pekerjaan baru, selalu siapkan jawaban atas pertanyaan wawancara paling umum yang akan ditanyakan pewawancara. Biasanya, calon pemberi kerja bertanya tentang ekspektasi gaji saat interview kerja.

Tidak perlu merasa risih jika kamu ditanya “Berapa gaji yang kamu harapkan?”. Sebab pertanyaan tentang ekspektasi gaji saat interview kerja ini untuk mengetahui berapa standar gaji kamu (apakah sesuai dengan budget mereka), dan sejauh mana kamu menilai diri kamu.

Baca Juga: POV: Ekspektasi Gaji Kamu Lebih Rendah daripada Budget Perusahaan?

Ada berbagai cara untuk menjawab pertanyaan mengenai ekspektasi gaji saat interview kerja. Setelah menentukan berapa nilai kamu berdasarkan keterampilan dan pengalaman kamu, serta mensurvei gaji rata-rata untuk posisi yang kamu inginkan, berikan jawaban seperti ini:

1. Berikan kisaran gaji
Saat menentukan gaji yang kamu inginkan, hindari memberikan satu angka tertentu. Lebih baik, berikan kisaran gaji. Memberi kisaran gaji juga menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa kamu bersedia bekerjasama dan fleksibel dalam permintaan kamu.

Namun dengan memberikan kisaran, siap-siap saja kalau pemberi kerja memutuskan untuk memberikan batas bawah dari kisaran gaji yang kamu sebutkan. Jadi pastikan angka bawah sedekat mungkin dengan ekspektasi gaji yang kamu inginkan. Jangan membuat kisaran gaji terlalu lebar dengan selisih lebih dari Rp5.000.000.

Contoh: “Saya berharap bisa menerima antara Rp10.000.000 sampai Rp15.000.000 sebulan.”

Baca Juga: Apakah Pangeran Harry Menerima Gaji dari Kerajaan? Berapa Warisan yang Diterimanya?

2. Minta negosiasi
Saat membahas gaji, mungkin ada tunjangan, bonus, atau fasilitas lain yang perlu dipertimbangkan, yang mungkin sama berharganya dengan gaji. Misalnya, gaji pokok mungkin lebih rendah dari gaji ideal kamu, namun perusahaan menawarkan bonus berinsentif, cuti tahunan berbayar tambahan, atau pelatihan rutin yang didanai perusahaan.

Pertimbangkan semua faktor ini saat menegosiasikan gaji ideal kamu. Jadi meskipun standar gajinya di bawah perusahaan lain, tetapi perusahaan ini memberikan tunjangan yang lebih selaras dengan komitmen atau sasaran karier kamu.

Contoh: “Saya sedang mencari posisi dengan kisaran gaji antara Rp10.000.000 sampai Rp15.000.000 per bulan. Tetapi, saya terbuka untuk negosiasi tergantung pada tunjangan, bonus, atau fasilitas tambahan apa pun yang mungkin bisa Bapak berikan.”

3. Alihkan pertanyaan jika perlu
Kamu mungkin masih memelajari spesifikasi posisi yang kamu lamar, termasuk berbagai tanggung jawab dan harapan dari posisi tersebut. Kalau kamu masih dalam tahap awal proses wawancara, coba belokkan pertanyaan tersebut sampai kamu bisa mengumpulkan lebih banyak informasi dari perekrut.

Meskipun kamu bisa menunda jawaban kamu sampai tahap percakapan selanjutnya, tetap diskusikan ekspektasi gaji kamu. Pastikan kamu sudah mensurvei berapa gaji rata-rata posisi tersebut di perusahaan lain sehingga kamu bisa menentukan angka yang ideal.

Contoh: “Sebelum saya menjawab, ada beberapa pertanyaan lagi yang ingin saya tanyakan untuk lebih memahami posisi tersebut. Jadi saya bisa memberikan ekspektasi gaji yang lebih realistis.”

Baca Juga: Bukan Gaji Tinggi yang Bikin Karyawan Betah Bekerja di Perusahaan yang Sama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X