PejuangKantoran.com - Ada pepatah: “Anda tidak meninggalkan pekerjaan yang buruk; Anda meninggalkan manajer yang buruk.”
Karyawan juga menyebutkan kompensasi dan tunjangan (76%) dan work-life balance (74%) sebagai alasan utama untuk resign, di mana manajer tidak selalu dapat mengontrolnya.
Selain PHK dan pengunduran diri salah satu karyawan, "perekrutan diam-diam" (quiet hiring) membuat banyak orang tiba-tiba pasrah ketika ditempatkan di tim baru dan mendadak harus bekerja di bawah manajer baru.
Quiet hiring berasal dari kebutuhan untuk berbuat lebih banyak dengan lebih sedikit SDM. Konsekuensi langsungnya adalah banyak karyawan menemukan diri mereka dengan manajer baru.
Baca Juga: 4 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Manajer Baru (Salah Satunya: Terlalu Berusaha Jadi Teman)
Meskipun kamu mungkin tidak bisa protes dengan situasi tersebut, tetapi ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk memulai hubungan yang kuat dengan manajer baru.
Buat kesan pertama yang solid
Untuk membuat kesan pertama yang kuat, mulailah dengan meneliti perusahaan, tim, dan manajer kamu. Kamu bisa mengecek LinkedIn dan sumber daya perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang arah, misi, nilai, dan visi kepemimpinan perusahaan untuk bisnis.
Saat bertemu dengan atasan yang baru, bersikaplah ramah, terbuka, dan jujur tentang apa yang kamu ketahui dan tidak kamu ketahui. Coba ajukan pertanyaan yang dipertimbangkan dengan baik untuk memulai percakapan.
Cara ini juga bermanfaat untuk berbagi minat, kekuatan, dan jalur pengembangan yang kamu impikan. Tunjukkan keinginan kamu untuk belajar dan menjadi pemain tim untuk menunjukkan bahwa kamu proaktif dan tertarik untuk menjadi bagian aktif dari tim.
Yang terpenting, jadilah diri sendiri, dan lakukan apa yang terasa benar buat kamu. Ingat, kamu membawa sesuatu yang unik ke dalam tim, jadi tidak perlu berusaha menjadi orang lain.
Baca Juga: Hanya 1 dari 10 Karyawan di Tempat Kerja yang Menyampaikan Masalah Kesehatan Mental pada Atasan
Jaga hubungan yang produktif dan ramah
Untuk memastikan hubungan yang produktif dan bersahabat dengan bos baru kamu, tetaplah teratur menjalankan tugas, dan mengambil inisiatif untuk menunjukkan bahwa kamu bersedia mengambil lebih banyak tanggung jawab.
Tawarkan bantuan di mana kamu yakin kekuatanmu akan menguntungkan tim. Meskipun begitu, jangan takut untuk meminta bantuan dan berbagi kesulitan, sehingga manajer kamu bisa mengetahui cara terbaik untuk mendukungmu.
Artikel Terkait
Perusahaan Teknologi Rata-rata Mem-PHK 6% Karyawan, Pakar Bilang Karena CEO Saling Meniru!
Edward Tian, Mahasiswa 22 Tahun yang Bakal Menyelamatkan Kita dari Penyalahgunaan ChatGPT
Spanyol Jadi Negara Eropa Pertama yang Sahkan Cuti Haid dan Tetap Digaji
Lowongan Kerja Jadi Public Relation di Skintific, Cek Syaratnya di Sini
Lowongan Kerja Jadi Content Writer di OnlinePajak, Cocok Buat Kamu yang Suka Dunia Perpajakan
Breaking News : 20 Februari - Turki dan Suriah Kembali Dilanda Gempa, Kali Ini Berkekuatan 6,3!