Seorang Karyawan Dipecat Karena “Terlalu Terorganisir”, Bisakah Perusahaan Melakukan Hal Tersebut?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Mei 2023 | 17:36 WIB
Ilustrasi: bisakah karyawan di-PHK karena terlalu teroganisir? (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: bisakah karyawan di-PHK karena terlalu teroganisir? (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Karyawan yang diberhentikan karena tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik, wajar terjadi. Namun, bagaimana jika alasannya dipecat karena “terlalu terorganisir”?

Itulah yang terjadi pada seorang karyawan di Amerika. Dilansir dari Your Tango, karyawan yang sudah bekerja lebih dari setahun ini diberhentikan secara tiba-tiba karena alasan yang “tidak masuk akal” tersebut.

Baca Juga: Cari Kerja Baru Usai Lebaran, Siapa takut? Ini Tipsnya Buat Kamu

Karyawan ini mengunggah ceritanya ke subreddit "r/antiwork" di Reddit, sebuah forum online tempat pengguna dapat berbagi kisah tentang pekerjaan.

Mantan karyawan di sebuah perusahaan teknologi ini menjelaskan, suatu hari ketika sedang bekerja, dia dipanggil untuk rapat dengan HR. Pihak HR lalu mengatakan dia dipecat karena “terlalu terorganisir” dan tidak lagi cocok untuk perusahaan.

Direktur HR lalu memberitahu karyawan itu kalau dia membuat "terlalu banyak keributan" di perusahaan. Ada dua contoh kejadian yang diberitahukan kepadanya.

Pertama, saat dia protes karena izin cuti tiga hari yang sudah diajukan berbulan-bulan sebelumnya ditolak. Padahal, ia mengajukan cuti tersebut karena orang tuanya yang tinggal di negara bagian berbeda sedang mengunjunginya.

Kedua, karena dia mengirim email ke HR atas nama departemen tempatnya bekerja, yang terdiri dari enam orang, karena mereka tidak memahami hasil evaluasi kinerja departemennya.

Apa yang dilakukan karyawan tersebut dianggap mengganggu HR sampai mereka merasa dia tidak lagi cocok untuk perusahaan. Dia dipecat karena "terlalu terorganisir" untuk dipertahankan sebagai pekerja.

Baca Juga: Benarkah Pemilik Golongan Darah B Paling Jelek Kepribadiannya untuk Dunia Kerja?

Apakah perusahaan lebih mementingkan kepribadian karyawan?

Sayangnya, kenyataannya memang seperti itu. Hal itu dijelaskan di sebuah studi dari perusahaan pendidikan digital Hyper Island berjudul "Tomorrow's Most Wanted".

Melalui Agency Spy, disebutkan bahwa dari 500 pemimpin dan pemberi kerja yang disurvei, 78% menyebut "kepribadian" sebagai kualitas yang paling diinginkan dalam diri karyawan.

Setelah itu, diikuti pentingnya karyawan yang bisa melakukan "penyelarasan budaya” dengan perusahaan, dan baru “keterampilan” yang dimilikinya.

Ketika ditanya ciri-ciri kepribadian spesifik apa yang diinginkan dari seorang calon karyawan, 14% responden menyebutkan “dorongan” sebagai nomor satu, diikuti oleh “kreativitas” sebanyak 12%, dan berpikiran terbuka sebesar 11%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X