Boleh Rajin Kerja, Tapi Jangan Jadi Workaholic! Ini 5 Cara Mengatasinya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Juli 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi bekerja (Freepik/Aleksandar Little Wolf)
Ilustrasi bekerja (Freepik/Aleksandar Little Wolf)

Jujurlah kepada diri sendiri bahwa kamu mungkin membesar-besarkan pentingnya pekerjaan atau menetapkan ekspektasi yang tidak realistis.

Jika manajer terlalu menekanmu, bicaralah terus terang dengannya. Namun, jika kamu penyebabnya, inilah saatnya berhenti menyalahkan orang lain.

2. Jangan ragu minta bantuan

Memiliki pendukung adalah elemen penting untuk memulihkan diri dari workaholic sendirian. Tanpa orang lain untuk mengingatkanmu, sangat mudah untuk kembali ke pola kerja beracun itu.

Mengatasi gila kerja membutuhkan sikap rentan dan kemampuan untuk meminta bantuan dari orang yang dipercaya, yang membuatmu merasa nyaman untuk bersikap jujur kepadamu.

Bersikap defensif hanya akan menunda kemajuan dan mungkin menghalangi orang lain untuk sepenuhnya terlibat dalam perjalananmu menuju kesejahteraan.

Kebanyakan orang takut bahwa meminta bantuan adalah karena tidak ingin membebani orang lain. Namun, penelitian menunjukkan bahwa yang terjadi justru sebaliknya.

Baca Juga: 3 Beasiswa untuk Kaum Perempuan, Bahkan untuk yang Sudah Berkeluarga dan Punya Anak!

Dalam sebuah studi oleh Xuan Zhao dari Stanford's SPARQ Research Center, orang yang meminta meremehkan besarnya keinginan orang lain untuk membantu dan merasa positif setelahnya.

Selain itu, kebanyakan orang suka membantu orang lain, tetapi mungkin merasa tidak nyaman menawarkan bantuan tanpa diminta karena berbagai alasan.

3. Hargai dan tetap hadir dengan sumber koneksi "nyata" dalam hidup

Di era digital ini, kata "koneksi" memiliki arti yang sangat berbeda.

Selain di media sosial dan kontak WhatsApp, pastinya ada orang-orang yang benar-benar terhubung denganmu. Biasanya mereka adalah yang kamu abaikan saat sibuk dengan pekerjaan.

Dengan lebih membuka mata kepada mereka, kamu dapat lebih menghargai betapa beruntungnya memiliki keluarga dan teman yang dapat diajak bicara dan menikmati kebersamaan.

4. Latih nilai-nilai diri yang dimiliki

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Enterpreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X