Gonta-Ganti Pekerjaan Bisa Berakibat Buruk untuk Karir? Ini Faktanya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Juli 2023 | 10:00 WIB
 Tidak ada yang salah jika kamu ingin mencari pekerjaan terbaik yang cocok untukmu. Namun, menurut salah satu pakar, bergonta-ganti pekerjaan tidak baik untuk karirmu. (Freepik)
Tidak ada yang salah jika kamu ingin mencari pekerjaan terbaik yang cocok untukmu. Namun, menurut salah satu pakar, bergonta-ganti pekerjaan tidak baik untuk karirmu. (Freepik)

Alasannya karena mereka khawatir si pelamar akan akan berhenti dalam setahun, seperti beberapa pekerjaan sebelumnya.

Saat bekerja sebagai perekrut, Amanda mengaku bisa mengetahui seorang job hopper dengan mudah karena umumnya mereka yang memiliki banyak alasan atau cerita tentang alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya.

"Kamu harus memiliki jejak yang bagus untuk dianggap serius dan mendapatkan peluang terbaik," sarannya.

Baca Juga: Contoh Jawaban saat Ditanya Mengapa Resign dari Pekerjaan Sebelumnya, Jangan Sampai Salah Jawab!

Banyak pekerja yang tidak setuju dengan Anna Papalia

Di kolom komentar video TikTok milik Anna, banyak orang yang tidak setuju memberikan komentar dengan pendapatnya.

"Saya harus dengan hormat (mengatakan) tidak setuju. Saya kehilangan begitu banyak uang untuk menjadi "setia" kepada sebuah perusahaan. Jika perusahaan tidak memberi apa yang patut saya dapatkan, saya akan pindah," tulis seorang pengguna TikTok.

Pengguna lain menambahkan, "Tujuannya (gonta-ganti pekerjaan) adalah menjadi dirimu yang lebih baik, bukan menempatkan diri sendiri dalam posisi manajer perekrutan. Kebanyakan dari mereka tidak menghargai karyawan berkualitas hanya politik."

"Maaf, tetapi hidup ini terlalu berharga untuk bertahan di pekerjaan yang buruk dan sengsara demi tampilan resume saya. Kita ada di bumi untuk lebih dari itu," kata pengguna lainnya.

Baca Juga: 3 Beasiswa untuk Kaum Perempuan, Bahkan untuk yang Sudah Berkeluarga dan Punya Anak!

Job hopper sekarang lebih diterima

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, orang yang gonta-ganti pekerjaan lebih diterima dan lebih sering terjadi.

Menurut penelitian LinkedIn pada 2022, pengguna LinkedIn di Amerika yang berganti pekerjaan meningkat sebesar 37% pada 2021.

Pekerja Gen Z dianggap yang "paling tidak bisa diam", menurut laporan tersebut.

Studi lain yang dilakukan oleh CareerBuilder pada 2021 menemukan bahwa pekerja Gen Z akan menghabiskan rata-rata dua tahun tiga bulan dalam suatu pekerjaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X