Penelitian Sebut WFH Bikin Karyawan Kurang Produktif, Walaupun Karyawan Berkeras Sebaliknya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 11 Juli 2023 | 18:16 WIB
Ilustrasi: Berdasarkan penelitian, WFH ternyata membuat karyawan jadi kurang produktif. (Unsplash/Critian Tarzi)
Ilustrasi: Berdasarkan penelitian, WFH ternyata membuat karyawan jadi kurang produktif. (Unsplash/Critian Tarzi)

PejuangKantoran.com - Sejak pandemi, WFH atau remote job menjadi lumrah dilakukan. Di Amerika saja, 40% karyawan saat ini bekerja jarak jauh setidaknya satu hari dalam seminggu.

Sebenarnya, para peneliti telah lama berpendapat bahwa cara bekerja yang fleksibel adalah satu-satunya jalan ke depan untuk sebagian besar perusahaan.

Namun, Stanford's Institute for Economic Policy and Research baru-baru ini mengatakan bahwa pekerjaan jarak jauh sepenuhnya justru menurunkan produktivitas sebesar 10% – 20% daripada kerja tatap muka.

Baca Juga: Kurang Bersemangat saat WFH? 6 Tips dari Ahli untuk Ubah Dekorasi Ruang Kerja di Rumah

Bahkan, disebutkan bahwa produktivitas pekerja anjlok selama lima kuartal berturut-turut, untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Meski begitu, persentase yang menakutkan itu bukan karena pekerja WFH yang hanya bermalas-malasan, sehingga kembali ke kantor untuk bekerja penuh waktu belum tentu menyelesaikan masalah.

Menurut peneliti Jose Maria Barrero, Nicholas Bloom, dan Steven J. Davis, tantangan dalam berkomunikasi jarak jauh dan kurangnya motivasi adalah masalah utama yang membuat pekerja jarak jauh kurang produktif.

“Mengawasi, melatih, membimbing, dan membangun budaya perusahaan jauh lebih sulit dengan pekerja jarak jauh dibandingkan dengan pekerja yang datang beberapa kali dalam seminggu,” ujar Jose Maria.

Masalah produktivitas dalam WFH atau remote job

Satu studi yang dikutip para peneliti menemukan bahwa ketika perusahaan sepenuhnya melakukan WFH pada April 2020, terjadi pengurangan 8% dalam volume panggilan di antara pekerja.

Studi lain yang mengamati perusahaan teknologi besar di India yang juga beralih sepenuhnya ke WFH pada April 2020, disebut mengalami penurunan produktivitas karyawan dari 8% menjadi 19%.

Salah satu penyebabnya adalah karena para pekerja WFH ini jadi lebih sering menyelesaikan hal-hal lain karena tidak melakukan perjalanan ke kantor.

“Hal ini dapat membuat mereka terlihat lebih produktif dalam basis 'per hari', bahkan meskipun sebenarnya kurang produktif dalam basis 'per jam',” kata Jose Maria.

Baca Juga: Ancaman Google untuk Menindak Karyawan yang Menolak Bekerja di Kantor Lagi Malah Dilawan Balik

Pew Research juga mencatat bahwa tidak berada di kantor akan membatasi kesempatan pekerja untuk membimbing dan berhubungan dengan rekan kerja. Ini menjadi masalah lain oleh para peneliti WFH yang juga disebut sebagai faktor penyebab penurunan produktivitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X