Penelitian Sebut WFH Bikin Karyawan Kurang Produktif, Walaupun Karyawan Berkeras Sebaliknya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 11 Juli 2023 | 18:16 WIB
Ilustrasi: Berdasarkan penelitian, WFH ternyata membuat karyawan jadi kurang produktif. (Unsplash/Critian Tarzi)
Ilustrasi: Berdasarkan penelitian, WFH ternyata membuat karyawan jadi kurang produktif. (Unsplash/Critian Tarzi)

Penelitian lain menemukan bahwa beberapa pekerja WFH juga mungkin "lalai” di rumah dan memanfaatkan kurangnya pengawasan untuk mengabaikan pekerjaan dan mungkin terdistraksi dengan acara TV di rumah.

“Jadi, mungkin tidak mengherankan jika karyawan yang bekerja dari jarak jauh secara penuh waktu kadang-kadang berjuang dengan motivasi diri,” tulis penelitian tersebut.

Sistem hybrid bisa menjadi solusi

Sebenarnya, pekerja yang melakukan WFH juga mungkin merasa kesulitan karena tidak memiliki manajemen yang tepat.

Penelitian Gallup yang terbaru mengaitkan tekanan itu dengan kehidupan kerja yang kurang dapat diprediksi atau terstruktur. Ini karena pengaturan kerja jarak jauh yang tidak dikelola dengan baik.

Jim Harter, kepala ilmuwan tempat kerja dan kesejahteraan Gallup, mengatakan bahwa stres pekerja jarak jauh dapat diperbaiki dengan melatih kembali manajer. Hal yang sama mungkin dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pekerja jarak jauh.

Jika komunikasi jarak jauh menyebabkan kurangnya pendampingan, pembangunan budaya, dan motivasi, maka manajer harus dilatih ulang untuk mendekati pengaturan WFH dengan cara yang berfokus pada ketiganya.

Jika masalah itu dapat diatasi, peningkatan produktivitas pekerja kemungkinan akan mengikuti.

Baca Juga: Untung-Rugi Nongkrong dengan Rekan Kerja Sehabis Jam Kantor, Kamu Join atau Nggak?

Apalagi, sebenarnya menerapkan model kerja jarak jauh dapat menghasilkan pengurangan biaya yang lebih besar dari penghematan ruang dan perekrutan global.

Itulah mengapa sistem hybrid bisa menjadi jalan tengah yang masuk akal dan merupakan jalan terbaik.

Pembagian kerja yang menggabungkan WFO dan WFH yang “terorganisir” tampaknya tidak akan berdampak pada produktivitas, tetapi bisa meningkatkan rekrutmen, retensi, dan moral pekerja.

Untuk ke depan, diprediksi perusahaan yang menawarkan pekerjaan jarak jauh akan terus bertambah, terutama karena cara meningkatkan pekerjaan yang terdistribusi menjadi hal biasa. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X