9 Red Flag Saat Wawancara Kerja yang Bisa Jadi Tanda Awal Lingkungan Kerja yang Toxic

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 31 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Waspada jika saat wawancara kerja, kamu tak diberi kesempatan untuk berbicara. (Pexels/Edmond Dantès)
Ilustrasi: Waspada jika saat wawancara kerja, kamu tak diberi kesempatan untuk berbicara. (Pexels/Edmond Dantès)

PejuangKantoran.com - Tak ada orang yang mau bekerja di lingkungan kerja yang toxic, tetapi tak sedikit juga yang terjebak dalam situasi tersebut.

Namun, sebenarnya kamu bisa melihat tanda-tanda lingkungan kerja yang toxic dari red flag saat wawancara kerja.

Tentu saja, tujuanmu selama wawancara kerja adalah untuk mengesankan manajer perekrutan dan berbicara dengan percaya diri tentang alasan kamu siap untuk pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Bertanya Soal Gaji saat Wawancara Kerja, Bisa Mengurangi Kesempatanmu Diterima Bekerja

Namun, ada sembilan red flag saat wawancara kerja yang harus diwaspadai untuk membantumu menghindari terjebak di lingkungan kerja toxic.

Kamu diminta untuk tidak mengajukan pertanyaan

Wawancara adalah proses dua arah. Namun, jika pewawancara tampak gelisah, kesal, atau defensif terhadap pertanyaan-pertanyaanmu, jangan abaikan red flag saat wawancara kerja tersebut.

Hal ini mungkin menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai pemikiran, minat, atau kekhawatiranmu. Kemungkinan mereka juga tidak tertarik untuk mempekerjakan seseorang yang benar-benar sejalan dengan perusahaannya.

Pewawancara memberikan jawaban “sempurna”

Jika setiap pertanyaan yang kamu ajukan ditanggapi dengan sempurna, jangan berasumsi bahwa pekerjaan itu pasti sempurna. Tidak ada pekerjaan yang sempurna.

Gali lebih dalam; ajukan pertanyaan lanjutan atau minta contoh untuk mendeskripsikan maksud mereka lebih jauh.

Dengan melakukan hal ini, kamu akan memiliki lebih banyak data untuk membantumu mengukur kebenaran di balik jawabannya.

Baca Juga: Seberapa Awal Sebaiknya Tiba di Tempat Wawancara Kerja supaya Nggak Dikira Desperate Banget?

Membicarakan orang lain dengan cara tidak sopan atau meremehkan

Misalnya, jika kamu bertanya mengapa posisi tersebut tersedia dan pewawancara merespons dengan menjelekkan pemegang posisi yang baru saja mengundurkan diri, percayalah bahwa dia kurang memiliki rasa hormat terhadap orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X