PejuangKantoran.com - Saat baru memasuki dunia kerja, ada satu “nasihat” yang biasa diberikan senior kepada juniornya, yaitu “fake it ‘til you make it” atau “berpura-puralah sampai kamu berhasil”.
Jadi, saat di lingkungan kerja, kamu sebaiknya bertindak seolah-mereka tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang orang lain bicarakan, meskipun sebenarnya tidak tahu apa pun.
Meskipun itu tidak selalu menjadi merupakan saran terbaik—karena kamu tetap harus meminta bimbingan dari senior saat melakukan pekerjaan, tetapi ini bisa kamu lakukan dalam momen tertentu.
Ada beberapa hal tidak boleh kamu lakukan agar kamu tidak terlihat sebagai seorang yang tidak profesional di dunia kerja.
Baca Juga: Gaji di Indonesia Lebih Kecil Dibandingkan Malaysia dan Singapura, Bagaimana dengan Biaya Hidupnya?
Menurut Adrian Granzella Larssen, pendiri dan pemimpin redaksi The Muse, kamu sebaiknya menghindari penggunaan kalimat berikut di tempat kerja jika ingin terdengar lebih profesional.:
Memperkenalkan diri dengan nama panggilan
Hal ini baik-baik saja pada saat happy hour atau saat sedang momen santai, tetapi tidak saat kamu memperkenalkan diri kepada atasan atau klien perusahaan.
Memperkenalkan diri dengan nama panggilan, apalagi yang tidak terdengar profesional, tidak akan membuat lawan bicara menjadi terkesan dengan dirimu. Mereka juga tidak langsung jadi lebih mengenal dirimu.
Sebaliknya, Adrian menyarankan untuk memperkenalkan diri dengan depan atau nama panggilan formal.
Lalu, jangan lupa menyebutkan kamu berasal dari departemen apa sehingga bisa terlibat dalam pertemuan atau proyek tersebut.
Menyebutkan jabatan tingkat junior yang dimiliki
Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa Adrian tidak menyarankan memperkenalkan diri dengan memberitahukan jabatan spesifik, bukan sekadar asal tim atau departemen tempat kamu berasal.