• Sesuatu seperti “hilangkan kredit macet” atau “cara mengatasi utang”.
• Apa pun yang bertuliskan “gratis”, seperti “hadiah gratis”, “info gratis”, atau “investasi gratis”.
• “Giveaway” dan kata lain yang digunakan untuk menyatakan bahwa itu adalah “gratis”.
• Kata-kata yang menyiratkan sesuatu yang sungguh luar biasa, seperti “sekali seumur hidup” atau “keajaiban”.
• Frasa apa pun yang menimbulkan tekanan seperti “lakukan sekarang” atau “informasi penting mengenai….”
• “Anda adalah pemenang”, “Anda telah terpilih”, atau apa pun yang mungkin membuat seseorang berpikir bahwa mereka menerima peluang istimewa.
• “Sahabat” atau sapaan apa pun yang tidak spesifik untuk orang yang Anda kirimi surat.
• Pada dasarnya kata-kata keuangan apa pun yang tidak sesuai dengan konteks pesan Anda, seperti “tidak ada biaya tersembunyi” atau “tidak perlu membeli”.
• Jaminan bahwa “ini bukan spam”.
Baca Juga: Kalimat Afirmasi Bisa Bikin Mood dan Hari Kamu Lebih Positif, Ini Contoh dari Para Ahli
• Kata-kata “kata sandi” atau “nomor jaminan sosial”.
• Obat-obatan bermerek seperti Valium atau Viagra, atau bahkan istilah medis umum seperti “penurun berat badan”.
Sekali lagi yang perlu diingat adalah jika kata-kata tersebut cocok dengan konteks isi email dan seluruh pesan yang kamu tulis—dan masuk akal, maka email mungkin tidak akan dikategorikan spam.
Namun, jika kamu menuliskan kata-kata di atas tanpa konteks yang jelas, maka jangan berharap email akan sampaikan ke penerima yang diinginkan. (Elga Windasari)