Namun, lebih baik tonjolkan keahlian dan pengalamanmu. Jika kurang pengalaman kerja di satu bidang, tunjukkan bagaimana keahlianmu dapat diandalkan untuk pekerjaan yang kamu lamar.
Ukur dampak pekerjaan sebelumnya dengan angka, atau kualifikasikan dengan menjelaskan pengaruhnya terhadap hasil.
4. Hati-hati dengan bahasa
Hindari penggunaan frasa yang bisa menunjukkan stereotip berdasarkan usia. Sebaliknya, ciptakan narasi yang mengacu pada pencapaian kerja.
Pekerja yang lebih tua harus bisa menjelaskan diri sebagai seseorang yang mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan terkini.
Jika akan menggunakan cerita kesuksesan yang sudah lama, jelaskan bagaimana hal itu dapat diterapkan pada pekerjaan saat ini.
Sementara pekerja yang lebih muda harus menghindari bahasa gaul dan trendi, yang mungkin tidak dipahami atau dihargai oleh rekan kerja yang lebih tua.
Baca Juga: Nggak Mau Jadi Bos yang Dibenci Karyawan? Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Buruk Ini!
5. Jangan berlebihan
Salah satu hal terburuk yang banyak dilakukan orang saat mencari pekerjaan adalah mencoba menjadi seseorang yang bukan dirinya.
Pakai pakaian profesional, tetapi jangan mencoba keluar dari kelompok usiamu atau menggunakan bahasa gaul yang berbeda untuk tampil lebih muda atau lebih tua.
6. Perlihatkan soft skill
Gunakan sesi wawancara sebagai kesempatan untuk membangun hubungan, karena hubungan yang baik dengan pewawancara akan sangat bermanfaat, kata para ahli.
Hal ini memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk menunjukkan keterampilan sosial, kontak mata, dan melihat bagaimana kamu dapat bertindak saat berhadapan dengan klien.
Sementara untuk pekerja yang lebih tua, wawancara yang baik dapat memberikan koneksi untuk peluang lain, bahkan jika kamu tidak mendapatkan pekerjaan tersebut.