“Tapi dari teks yg gw baca diatas, itu HRnya kayaknya lagi ada masalah deh. Dan gak etis tiba2 nanya "nomor yg bisa dihubungi yg mana ya?" Gw juga kalo gitu: anjiirr ini siapee? Mau Nipu lo?!” tulisnya.
Bagaimana menurutmu, apakah si pelamar yang terlalu berlebihan karena tidak mau langsung ditelepon atau memang HRD yang tidak (atau kurang) memiliki etika? (Elga Windasari)