PejuangKantoran.com - Pernah terlibat dengan rekan kerja atau atasan yang membuat kamu jadi mempertanyakan kewarasan kamu sendiri? Kalau iya, sepertinya kamu mengalami apa yang disebut gaslighting di tempat kerja.
Lingkungan yang toxic biasanya menjadi sumber munculnya gaslighting di tempat kerja. Korban jadi meragukan keterampilan dan kemampuan dirinya untuk memenuhi ekspektasi atasan atau rekan kerjanya.
Gaslighting di tempat kerja umumnya dilakukan untuk menghindari kesalahan, atau mendapatkan kekuasaan dan kontrol atas hidup orang lain. Terkadang, tujuannya untuk mendapatkan kepuasan untuk diri sendiri.
Baca Juga: Kenapa Blackpink Diberikan Penghargaan oleh Raja Charles di Istana Buckingham?
Mengutip Siloam Hospitals, yang dimaksud gaslighting adalah suatu manipulasi psikologis yang bisa menimbulkan keresahan dan kecemasan pada korbannya.
Gaslighting di tempat kerja sangat merugikan, karena bisa membuat korban merasa ragu terhadap kemampuan dirinya, bahkan bisa menyalahkan dirinya sendiri karena sesuatu hal yang tidak diperbuatnya.
Kalau dibiarkan, perilaku tersebut bisa memberi pengaruh buruk pada kesehatan mental maupun fisik korban.
Oleh karena itu, kamu perlu tahu tanda-tanda gaslighting di tempat kerja:
1. Tidak diberitahu tentang informasi penting
Ketika manajer atau rekan kerja terus-menerus lupa menyampaikan informasi penting atau dengan sengaja tidak mengatakannya, ini bisa jadi merupakan tanda gaslighting.
Baca Juga: Ini 5 Sarapan Paling Sehat Buat Tubuh Kamu, Jangan Sampai Salah Pilih
Kamu tidak diberitahu informasi penting seperti rapat atau deadline pekerjaan, sehingga kamu kesulitan memenuhi ekspektasi dan menyalahkan diri sendiri karena merasa terlalu lelet bekerja.
2. Meremehkan kinerja
Gaslighting di tempat kerja dapat terjadi saat rekan kerja meremehkan pekerjaan, keterampilan, atau kemampuan orang lain.