kubikel

6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!

Rabu, 29 November 2023 | 13:12 WIB
Ilustrasi: Negosiasi gaji diperlukan agar kamu mendapatkan gaji sesuai kebutuhanmu, tetapi jangan lupa riset gaji dulu. (Freepik/Frimufilms)

4. Menegosiasikan beberapa masalah secara bersamaan

Deepak Malhotra, Profesor Administrasi Bisnis di Harvard Business School dan penulis “Negotiating the Impossible”, menyarankan para pencari kerja untuk mengajukan semua permintaan mereka sejak awal daripada memintanya sedikit demi sedikit.

Baca Juga: 'Lazy Girl Job', Fenomena Baru di Dunia Kerja yang Dipopulerkan Gen Z, Benarkah Hanya untuk Pemalas?

Alasannya karena jika kamu terus mengatakan "Satu hal lagi...", maka pemberi kerja tidak akan tetap berada dalam suasana hati yang baik dan penuh pengertian.

Dia juga mengatakan agar kamu memberikan sinyal mana yang paling penting saat melakukan setiap permintaan.

Jika kamu memiliki empat permintaan yang berbeda tanpa menguraikan mana yang paling penting, pemberi kerja bisa saja memilih dua hal yang paling tidak kamu hargai karena paling mudah diberikan. Padahal, mungkin bukan itu yang kamu mau.

5. Pertimbangkan tunjangan tambahan

Ada banyak tunjangan yang berhak diterima pekerja, seperti tunjangan kesehatan, kesempatan untuk bekerja dari rumah dan memiliki jam kerja yang fleksibel, kontribusi cuti berbayar, dukungan untuk melanjutkan pendidikan, dan bahkan ekuitas di perusahaan.

Semua itu merupakan contoh tunjangan yang bisa diindikasikan oleh atasan sebagai poin diskusi yang memungkinkan selama negosiasi tawaran pekerjaan.

Daripada hanya berfokus pada peningkatan jumlah angka pada gaji, evaluasi tunjangan apa pun yang mungkin sudah ada. Lalu, lihat apakah perusahaan terbuka untuk mendiskusikan tunjangan tambahan yang mungkin memenuhi kebutuhanmu.

Baca Juga: Apa Saja Bisnis Para Pemenang Masterchef Indonesia Selain Jadi YouTuber? Mampir, Yuk!

6. Jangan berikan ultimatum apa pun

Ultimatum dapat menambah ketegangan yang tidak perlu dalam negosiasi. Ini juga dapat memojokkanmu jika perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan yang kamu berikan.

Meskipun kamu mungkin ingin memenuhi nilai dirimu sendiri dan hal yang penting bagimu, tetapi mungkin bukan cara terbaik untuk memberikan ultimatum. Kecuali jika kamu bersedia meninggalkan tawaran pekerjaan tersebut. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini